by

Kamuflase

V : iya.. patah hati bisa terobati… memaksa diri itu merusak.

T : Kalo saya stay, pasti saya jadi jahat, bitter person.

V: Atau jatuh sakit… Saya lebih beruntung. Mantan cuma menyebalkan dan egois. Playboy.. tapi tidak mencintai seorang perempuan lebih dari saya, bahkan mencintai saya pun tidak. He just loves his self.

T : Mungkin mantan juga gitu. I think he loves himself more than he loves others, even her.

V : yupp… She has all he wants from a woman. Your ex mungkin bukan pria yang kagum dengan perempuan pinter seperti kamu.

T : He doesn’t need intelectuality in a woman. Mungkin karena dia sendiri gak terlalu pinter-pinter amat.

V : Yupp.. kayak mantan bahkan nggak pernah benar-benar tahu apa yang saya inginkan. Keinginan saya yang paling sederhana mengutip lagu Here, There and Everywhere, He runs his hand through my hair.

Banyak orang mendengar kata-kata saya, kecuali dia, suami saya sendiri. Sepanjang pernikahan, saya berjuang agar ia sayang saya. Tidak peduli untuk itu saya harus setiap saat menutup kesalahan-kesalahannya di depan orang tua saya. Tidak peduli ia tidak bertanggung jawab pada kami. Saya lakukan apapun demi dia, agar dia tidak marah dan karenanya saya tak lagi menjadi diri sendiri. Hanya demi dia running his hands through my hair….

Tapi gimana dia mau paham dan mendengarkan saya. Ia selalu merasa lebih pintar dari saya. Faktanya, ia anak teknik, dan saya cuma anak ekonomi…

T : Mantan juga superior…

V : Baru-baru ini seseorang mengatakan kepada saya, orang-orang seperti mantan itu hanyalah orang yg punya skill atau kemampuan technical. Bukan tipe innovator.

T : Karena tidak punya kemampuan berpikir konseptual. Menurut saya mereka bukan orang smart.

V : Yup.. tipe mesin. Akan gampang dilindas oleh teknologi baru… Lho obrolan kita melebar ke mana-mana. Tapi intinya, lepas dari mantan saya bisa jadi diri sendiri. Dan itu membahagiakan sekali.

T : Bener.. melelahkan sekali harus jadi orang lain atau memaksa diri atau bertopeng. Seperti Alex Ludlow itu. Biarlah politikus saja yang begitu.

Kadang orang yang berusaha keras jadi baik, berusaha keras selalu lurus, kehilangan ketulusan. Kehilangan kemampuan have fun. Tristan lebih tulus, itu menyenangkan banyak orang. Kita saat tak menjadi diri sendiri itu kehilangan ketulusan…

Pembicaraan tengah malam itu kami akhiri dengan mengantuk karena kenyang. Saya pun tidur nyenyak dan memahami satu lagi arti ketulusan.

#vkd

Sumber : Status Facebook Vika Klaretha Dyahsasanti

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed