Jumhur Cari Untung Meski Prabowo Buntung

TIDAK DAPAT JABATAN

Ketika Jokowi nyalon di 2014, Jumhur menjadi pengembara politik dan mengumpulkan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Merdeka ( ARM). Dibawah organisasi ini bernaung puluhan organisasi buruh, sektor informal dan petani. ARM katanya dibentuk untuk mendukung Jokowi dan PDIP. ( http://jogja.tribunnews.com/…/ini-alasan-jumhur-hidayat-dir…)

Namun ketika Jokowi menang, tidak secuil jabatan pun dipegang Jumhur.

Kiprahnya hilang dan baru muncul di tahun ini ketika dia mengumumkan ARM mendukung Prabowo Sandiaga Uno. Suaranya makin kencang akhir – akhir ini karena dia mendapuk dirinya sendiri sebagai Koordinator aksi massa tanggal 22 Mei.

Sejauh ini tidak ada informasi bahwa BPN atau kubu Prabowo merestui manuver Jumhur. Namun nampaknya ada kesepahaman bahwa kubu Prabowo mendukung secara moril siapapun yang membela mereka. Tidak perduli siapapun dan kelompok apapun.

Bahkan dengan mudah kubu Prabowo memandang Jumhur, Egy Sujana, Kivlan Zein, Suryo Prabowo dan sejumlah pensiunan jenderal kepala pitak yang suka sebar hoax adalah mereka yang ingin meraih untung meskipun nasib Prabowo sebagai Presiden sudah buntung.

INI BUKAN SOAL DUKUNG PRABOWO

Jadi Prabowo membiarkan mereka bergerak sendirian tanpa komitmen apapun. Sama seperti Prabowo memperlakukan simpatisan dan tokoh 212 sebagai para budaknya.

Jumhur sebagai orang pintar tahu persis dia tidak akan dapat apa-apa dari manuver nya menggalang orang-orang tolol melakukan aksi massa di 22 Mei. Dia paham Prabowo kalah. Namun seorang Jumhur kembali dilihat orang politik sebagai kembali berkiprah.

Jadi bisa saja Jumhur sekarang ini tengah menjajakan diri sebagai makelar politik untuk 2024. Sama dengan kelompok 212 dengan jimak ketiganya.

Pertarungan 2024 diperkirakan akan jauh lebih sengit. Dan mereka yang bermata politik mengatakan Jokowi sudah selesai. Tidak diperhitungkan lagi dalam kalkulasi politik mereka.

Kata mereka — dan tentu saja Jumhur : Silahkan bekerja Pak Jokowi tapi kami sudah bersiap mengkapitalisasi kekuatan kepada siapa saja yang ingin dukungan massa kami untuk Pilpres 2024 nanti.

Dan kami punya banyak orang tolol yang bersedia maju ke depan sementara kami duduk enak mengipas-ngipasi mereka sambil minum kopi.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *