by

Jokowi Bubarkan Negara Ala Prabowo Sebelum 2030

Ucapan Prabowo yang menyebar pesimisme dengan teror ketakutan bahwa pada tahun 2030 bahwa Indonesia bubar, itu benar adanya. Teror dan ketakutan itu akan berlaku di kalangan para mafia, koruptor, bandit, konglamerat hitam, kelompok radikalis dan seterusnya. Jika Prabowo menjadi Presiden 2019, maka teror yang berlaku untuk para mafia itu akan lenyap. Mengapa?

Mari kita berandai-andai jika Prabowo menjadi Presiden 2014 lalu misalnya atau jika dia menjadi Presiden pada tahun 2019 mendatang. Jika Prabowo yang menjadi presiden, maka negara mafia, negara koruptor ala Indonesia tidak akan bubar pada tahun 2030. Negara bandit, negara mafia, negara borjuis akan kembali berjaya. Para mafia, calo, makelar dan para pemburu rente semakin berjaya dan makmur. Mengapa?

Lihatlah orang-orang yang bercokol di sekitar Prabowo. Ada Aburizal Bakri dengan masalah Lumpur Lapindonya. Hatta Rajasa, yang menghalangi pembangunan kilang di Indonesia selama menjadi mentari. Lalu ada Zulkifi Hasan, pemberi izin jutaan hektar hutan kepada kelompok tertenut. Ada Muhammad Reza Chalid, Nurdin Halid, Surya Dharma Ali dan seterusnya.

Bila ditelisik ke belakang dalam kasus Papa minta saham, kita bisa disadarkan oleh percakapan Reza dan Setya Novanto dalam rekaman yang heboh itu. Keduanya akan terbang tinggi dan mulai menikmati investasinya setelah memenangkan Prabowo. Seperti yang diakui dalam rekaman itu, Muhammad Reza mengatakan bahwa ia telah menggelontorkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk membiayai kampanye Prabowo.

Tak terbayangkan jika Prabowo menang, maka Reza Chalid akan menjadi presiden sesungguhnya di negeri ini. Ia akan menjadi presiden negara mafia yang tidak kelihatan namun sesungguhnya ada. Karena dia membiayai kampanye Prabowo, maka Reza Chalid bersama rekan-rekannya akan dengan mudah mengendalikan Prabowo dengan dukungan super. Mereka terus memujanya, mengangkatnya setinggi langit, memperlakukannya seperti raja. Dengan demikian, mereka pun tetap dalam situasi aman.

Tentu saja untuk melindungi para mafia, kita akan melihat Prabowo melancarkan pidato-pidato ala Bung Karno dengan tema pidato bocor, bocor, bocor. Prabowo sambil berpidato akan bersembunyi melalui retorika-retorika dahsyatnya yang senantiasa membicarakan kebocoran keuangan negara dimana-mana.

Prabowo mungin akan terus-menerus meniru Soekarno yang mencanangkan masa depan rakyat Indonesia yang akan menjadi macan Asia. Sementara itu, para penumpang gelapnya mulai membangun jalan-jalan tikus pengerukan kekayaan negara di mana-mana. Mereka membangun kemaharajaan mafia yang kuat, berakar dan bertahan hingga seratus tahun. Mereka akan berkamuflase, tidak terlihat dan berlindung atas nama negara kesatuan Republik Indonesia.

Kelemahan sikap Prabowo karena sebelumnya telah disusupi oleh para penumpang gelap, akan semakin menyuburkan ladang makelar, mafia, calo dan para pemburu rente di antara keutuhan negara. Dan mereka akan aman, karena mereka bisa berlindung di dalam parpol yang loyal kepada Prabowo. Tentus saja Prabowo juga akan loyal kepada mereka yang loyal kepadanya. Mereka pun bekerja sama dalam mengeruk kekayaan bangsa ini. Hingga 50 tahun ke depan, Indonesia tidak maju-maju, tetap tertinggal dan asyik dengan dunianya yang miskin. Negara mafia akan bertahan dan jaya pada tahun 2030.

Di lain pihak rakyat akan tetap menderita dengan nina-bobo dan gula-gula subsidi BBM dan listrik. Pembangunan berjalan di tempat, bibit-bibit kerusahan sosial mulai akan terjadi di mana-mana. Kaum radikal berbaju agama akan memanfaatkan situasi itu dengan dibantu asing untuk menguasai kepemilikan sumber daya alam Indonesia. Julukan Indonesia sebagai negara mafia, negara koruptor, negara bandit tetap bisa dipertahankan secara gemilang oleh Prabowo.

Namun Tuhan yang di atas sana masih sayang bangsavv ini. Ia mengirim Jokowi di tengah bangsa ini untuk menghancurkan negara mafia, koruptor, makelar yang telah mereka bentuk di atas penderitaan rakyat. Dengan kepala batunya, Jokowi tanpa mengenal takut memberantas para mafia ikan, mafia bola, mafia migas, mafia penyelundup, mafia daging sapi, ayam, gula, garam dan terakhir para mafia di Freeport. Jokowi terus mengincar dan menghancurkan mereka para pendiri negara makelar, calo, pemburu rente hingga mendekati kehancurannya.

Harapan untuk menghancurkan negara mafia ala Prabowo kini semakin terbuka lebar jika Jokowi menjadi Presiden untuk kedua kalinya pada tahun 2019 mendatang. Jika Jokowi menjadi presiden pada tahun 2019 mendatang, maka negara mafia, bandit, negara korup ala Prabowo akan dibubarkan lebih cepat. Kemudian jika penerus Jokowi pada tahun 2024-2029, sama hebatnya dengan Jokowi, maka negara mafia ala Prabowo akan bubar benar pada tahun 2030. Gantinya adalah NKRI yang jaya, makmur, kuat, aman dan sentosa. Begitulah kura-kura.

Sumber : Status Facebook Asaaro Lahagu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed