by

JK Menang Galak, Kalah Akhlak

Oleh: Biakto

Siapa yg tak kenal JK, politisi kawakan dari Golkar yg telah berusia 79 tahun ini. Dia dua kali jadi wapres, nyaris seumur hidup jadi ketua DMI dan PMI. seperti gak ada orang yg bisa mengganti, atau memang gak mau ganti, karena DMI adalah dewan masjid dgn jumlah masjid >1 juta adalah simbol agama Islam, seolah yg mengetuai rumah ibadah itu adalah orang yg religius dan berpikiran lurus.

PMI adalah organisasi palang merah Indonesia yg tentunya berhubungan dgn palang merah dunia, yg menjamin ketersupplyan darah utk yg membutuhkan.

Keren kan, masjid tempat kontak dgn Tuhan, dan darah adalah jaminan keselamatan, walaupun kadang di salah gunakan sehingga aktifitas yg berbau Tuhan itu selalu tak relevan. Masih ingat kan saat program terfokus menghabisi Ahok, masjid dijadikan pondok menggodok strategi otak jongkok berakhlak bobrok.

Banyak case yg dilakukan JK yg tidak sebanding dgn nama besarnya. Sejarah case pembakaran gereja tahun 1969 masih tersimpan di google, dan terkahir bagaimana dia yg baru saja meninggalkan kursi wapres, langsung menyerang Jokowi melalui tangan FPI.

Statementnya yg mengatakan Indonesia kekosongan pemimpin nasional saat Rizieq baru saja mendarat dan mengadakan pesta di Petamburan dgn kalimat ” lonte ” sebagai kalimat pelengkap saat berpidato adalah sebuah usaha menjatuhkan kredibilitas presiden yg ada, yg seolah Rizieq adalah pemimpin yg lebih baik dari Jokowi.

Pelacur agama, yg baru pulang stlh ngacir lari ke Arab dalam kasus asusila mau di jual sebagai orang mulia, dia pikir kita ini buta semua seperti kebutaan akal dirinya yg tak bisa membedakan baik buruknya akibat dari prilaku yg bau.

Mantan atau masih yg namanya masuk jajaran orang kaya Indonesia dan kenyang nyamun di zaman orba sampai zaman orba kedua era SBY ini seolah tak pernah reda dari case yg merambah kerugian negara. 

Baru saja kemanakannya Sadikin Aksa terima SP3 pada kasus Bukopin, masih mengidap keterkaitannya dgn eformula yg kontroversial di DKI. Siapa yg tak tau kalau Anis adalah anak piaraannya sejak di Paramadina, bahkan dijadikan gubernur Jakarta juga atas maunya JK.

Baru saja kita dengar berita ribut soal PCR, dan nama LBP dgn ET mencuat, sempat kaget juga mulanya, eh gak lama ternyata JK juga ada di dalamnya. Nama Aksa dan Aksa ada disana menempatkan 30 cabang bersama Dompet Dhuafa yg punya cabang 41, juga nama-nama lainnya di tengah kesengsaraan rakyat mereka mencekik orang yg lagi sekarat. 

Sekarang kita makin paham tidak ada nasi goreng rasa Coto yg gratis, semua manuvernya berujung duit dan keserakahan dibalut bisnis yg bau amis.

Kembali kepada apa yg pernah kita baca dan rasakan, bahwa rusaknya Indonesia karena masalah keserakahan. Sejak era orba yg di katakan oleh Kartika Soekarno sebagai era paling zhalim dalam hal kemanusiaan dan perusakan sumber daya alam tetap terus diusahakan eksis oleh orang² yg masih memimpikan pencurian itu bisa di ulang lagi dgn menghabisi era Jokowi dimana rasa kemanusiaan dan pemerataan sedang di jalankan.

Letupan dan riak kecil diatas adalah pertanda bahwa mereka masih terus ada mengancam Indonesia. Kini saatnya kaum muda yg harus menghentikannya dgn meneruskan karya yg luar biasa yg telah di repondasi Jokowi.

Tidak dan jangan kalian terperdaya oleh penampilan pura² mereka. Karena kalau dibiarkan mereka akan sama dgn Thaliban yg menguasai Afghanistan.

Oh jangan sampai, ampunkan kami Tuhan, sudah cukup kami di porak porandakan orba dan koloninya. Izinkan kami membangun negeri ini menjadi hamparan keindahan utk kemanusiaan.

(Sumber: Facebook Biakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed