by

Jilbab

Zaman kini sudah tidak ada perbudakan, dan tidak ada penandaan seperti itu. Hajat dan adat berubah karena memang pasti dipengaruhi oleh waktu dan tempat.

Hukum pun bisa berubah, karena kaidahnya mengatakan: al-hukmu yaduuru ma’a illatihi, hukum berlaku bersamaan dengan alasan/sebab lahirnya hukum. Jika alasan/sebab hilang, maka hukumnya hilang atau berubah. Tapi kaidah ini tidak berlaku pada perkara yang hukumnya sudah ditetapkan secara pasti berdasarkan ijma’, kesepakatan seluruh ulama. Contohnya adalah Rukun Islam yang sudah ditetapkan sebagai al-ma’lum min ad-dini bi adh-dharurah. 

Nah, soal jilbab ini tidak termasuk dalam Rukun Islam. Jadi, jika ada perbedaan pendapat, ya biasa-biasa saja lah. Yang berjilbab atau tidak, biasa-biasa saja. Karena, yang penting adalah akhlakmu, bukan pakaianmu.

Jika kamu memakai pakaian tertentu, lantas kamu merasa dirimu lebih mulia daripada orang dengan pakaian yang berbeda, maka ketahuilah bahwa pakaianmu itu adalah pakaian terburuk untukmu.

Muslim bin Yasar dari ayahnya.
_Tahzib Hilyatil Awliya, hlm. 395_

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed