by

Jangan Mencurahkan Plastik

Tindakan preventif lain harusnya mengkampanyekan kesadaran tidak memakai jelantah, berapa FFA yg ditolerir, apa akibatnya, bukan kemasan yg bisa menyelamatkan. Dikemas pakai emaspun, masyarakat akan memakai jelantah berulang-ulang.p Masyarakat kita puluhan tahun menyantap minyak bekas, minyak curah, semua baik-baik saja. Bapak yg mulia coba jalan ke penjual gorengan, disana ada pemandangan biasa dimana kita lihat minyak yg dipakai menggoreng berulang kali, ditambah yg baru dalam kondisi panas, warnanya kehitaman bak olie tap-tapan, yg beli gak nanya apa itu minyak bekas, curah, atau apalah, karena pembeli gorengan hanya melihat hasil gorengan, pisang, singkong, onde-onde, mereka gak nanya itu minyak dari mana.

Tuan menteri tau, kita adalah penghasil plastik no.2 terbesar didunia, 65 juta ton per tahun kita lempar ke lingkungan, sampai laut kita akan lebih banyak sampah dari pada ikan pada tahun 2035 kata Bu Susi. Sekarang anda mau menambah curahan plastik dalam 500.000 ton ex kemasan 15 juta ton minyak goreng, itu kalau rata-rata berat kemasan hanya 30 grm per pcs, apa ini bukan yg lebih berbahaya daripada minyak jelantah yg sudah lama ramah di perut masyarakat kita, ajari mereka sadar sehat yg akhirnya mereka memilih makanannya, jangan sok kita mengaturnya, tapi kila lupa ada dampak lain yg kita hadirkan justru menjadi malapetaka untuk ratusan tahun kedepan, ya..Indonesia, bumi pertiwi akan menjadi bumi plastik.

Ada banyak aktivis lingkungan yang tak berdaya atau memang sengaja diam saja, Walhi, Lembaga Konsumen, apalagi kalau pakai nama Komisioner, suaranya hanya ” moncer ” kalau ada kepentingannya, tujuan dari keberadaan lembaganya malah diabaikannya. 

Jadi, tuan menteri yg cerdas, buatlah kebijakan yg bukan cuma keras disuara namun meninggalkan keburukan setelahnya. Karena kerjaan anda akan sia-sia dan akhirnya ngalap dosa. Kalau higienis ajarkan saja kepada rekan anda Gubernur Jakarta yg 40% warganya berak dimana-mana, WC umum tak ada, tapi dia sibuk membeli pewangi ruangan dan anti virus untuk hidungnya.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed