by

Jangan Berlagak Seperti Tuhan

Oleh : Asrof Husin

Apakah yang masuk surga itu diukur dari berapa panjangnya jenggotnya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa panjangnya jilbab, cadar, jubah, sorban, hebatnya pakaian agamisnya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa cingkrang celananya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa banyak hapalan ayat sucinya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa banyak ritual kewajiban seremonialnya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa hitam jidatnya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa banyak istri poligaminya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa banyak titel agamanya ?

Apakah yg masuk surga itu diukur dari berapa banyak haji dan umrohnya ?

Apakah yg masuk surga itu hanya khusus untuk satu agama saja ?

Apakah yg masuk surga itu mayoritas orang Indonesia dan yg minoritasnya masuk neraka ?

Jangan berlagak seperti Tuhan,

Mengklaim sudah pasti masuk surga, karena merasa paling suci, paling bertakwa dan paling beriman.

Jangan berlagak seperti Tuhan,

Bahwa surga itu hanya khusus untuk agama saya saja, sedangkan semua agama yg diluar agama saya sudah pasti masuk neraka

Jangan berlagak seperti Tuhan,

Mengklaim sudah pasti masuk surga karena ahli ibadah.

Jangan berlagak seperti Tuhan,

Surga dan neraka itu dinilai bukan dari agamanya tetapi perbuatannya. Bukan hanya semata2 dari rajinnya ibadah ritualnya, tetapi dari ibadah sosialnya.

Jangan berlagak seperti Tuhan,

Paling sombong, merasa yg paling benar, aku sudah pasti masuk surga, satu2nya hanya agamaku yg pasti masuk surga, diluar agamaku semuanya masuk neraka.

Masalah surga neraka itu hak prerogatif Tuhan, aku yg berhak masuk surga, memang surga nenek moyangmu.

Setiap hari hanya ngomongkan surga, mengkhayal masuk surga dengan bidadarinya, lalu malas bekerja, dunia tidak penting lagi, yg penting rajin ibadah saja lalu masuk surga.

Setiap hari ngomongkan surga neraka, melupakan ilmu pengetahuan, lalu bodoh berjamaah, sangat jauh tertinggal.

Sebagian sekolah bukan lagi bertujuan mencerdaskan murid2nya, menciptakan generasi emas tetapi sekolah telah menjadi dogma agama, pemaksaan kehendak dan akhirnya terciptalah kemunduran, mundur jauh.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed