by

Jalur Cepat Kaya

Oleh : Ramadhan Syukur

GUE ini termasuk orang yang penakut. Apalagi pada hal-hal yang hitung-hitungannya gak pasti alias untung-untung. Gambling. Misalnya, bermain taruhan.Dulu gue jago main gaplek atau domino. Tapi ketika ada yang menantang gue untuk taruhan pakai duit, gue ngalah. Gak berani. Jaman gue kecil di depan bioskop misbar selalu ada tukang judi koprok. Teman gue rajin banget ngajak gue minta tolong tebakin. Entah kenapa, tebakan gue selalu manjur. Dan tiap kali teman gue menang banyak, gue gak pernah mau dikasih bagian.

Takut jadi ketularan.Waktu di tivi ada kuiz Who Want to be A Millionaire yang dipandu Tantowi Yahya, gue rajin ngikutin. Entah kenapa tebakan gue selalu tepat. Saudara gue bilang, coba deh elo mendaftar. Siapa tahu elo bisa menang dan jadi jutawan. Tapi gue gak tertarik. Gak minat juga pingin cepat jadi kaya.Maklum, daya tarik cepat menjadi kaya itu memang luar biasa. Makanya jangan heran jika buku tip “Cara Cepat Menjadi Kaya” selalu best seller.

Apakah gue gak pernah bermimpi menjadi orang kaya? Bohong banget kalau enggak pernah. Ya pernahlah. Cuma tinggal caranya. Kalau kaya karena main tebak-tebakan atau sesuatu yang bersifat gambling, gue memang gak pernah tertarik. Meski gue merasa berbakat main tebak-tebakan, tapi gue yakin kalau gue terjun langsung menseriusi, gak bakal sukses. Main judi dengan duit monopoli beda banget rasanya dengan main dengan duit asli.

Sampailah suatu hari dalam kelelahan bekerja dan capek bermimpi, gue nekad ikut seminar turunan saham yang disebut option. Gue tertarik konon banyak para pemainnya jadi kaya raya karena kehebatan analisanya, bukan karena asal nebak. Maka terjunlah gue ke dunia option. Gue pun mulai belajar keras menganalisa pasar. Hasilnya, gue berkesimpulan ini juga gak beda dengan tebak-tebakan alias judi. Pemain kecil kayak gue cuma akan jadi santapan empuk para predator keuangan.

Jangan kan gue. UYM aja yang pernah berkibar dengan paytrennya bisa jeblok begitu masuk investasi pasar bursa. Ya namanya investasi di pasar modal, bisa naik juga bisa turun. Kalau naik eforia, kalau turun ya rada setengah gila.Makanya impian jadi jutawan dengan cara cepat gue kubur jauh-jauh hari. Dan gue menjalani hidup ini yang wajar-wajar aja. Sampai pensiun hidup gue baik-baik aja sebagai kelas menengah bawah yang dibilang kaya enggak miskin juga enggak. Belum lama ada teman yang baru pensiun minta saran, gara-gara ada orang yang mengejar-ngejarnya agar menginvestasikan duitnya (yang recehan itu) dalam Bitcoin. Pertanyaan gue cuma satu sama dia, paham gak dengan Bitcoin?

Dia bilang enggak. Makanya minta saran. Gue bilang, sama dong kayak gue. Gue juga gak paham. Saran gue, sebaiknya kita menjauhi sesuatu yang gak kita pahami. Apalagi yang sudah gak punya waktu (karena otak sudah mentok) untuk mempelajari detil apa itu kripto. Dari teman gue yang lumayan lama menekuni kripto, gue dapat kabar telah terjadi crash dramatis Terra (Luna), yang termasuk dalam 10 besar cryptocurrency paling berharga. Setelah kekacauan kripto ini dikhawatirkan bakal mendatangkan malapeta buat para investor.

Nah.Bayangkan, dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar turun dari di atas $40 miliar menjadi hanya $500 juta, alias lebih dari 99 persen yang membuat investor bukan saja gak bisa kemana-mana alias jadi gembel dalam sekejap. Dari Rp 1,5 juta jadi 1000 perak. Dan hari ini nilainya tinggal debu. Innalilahi.Tapi gak usah kaget. Bagi para investor atawa gambler sejati, buat mereka ini peristiwa biasa-biasa aja. Gak aneh. Mereka akan belajar dari kesalahan.

Sementara buat orang yang punya duit segitu-gitunya, gue denger yang bermain-main dengan Luna sudah delapan orang yang bunuh diri. Ngeri.Pesan gue buat orang muda. Kalau mau kaya belajarlah pada orang kreatif seperti Mark misalnya. Susah? Memang iya. Hidup itu harus diperjuangkan, bukan dijudikan.

Sumber : Status Facebook Ramadhan Syukur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed