by

Jalan Independen Menuju Tuhan

Oleh: Kend Subiakto

Prof. Quraisy Shihab: Bila jalan menuju Tuhan butuh angka 10, maka anda boleh memakai 9+1, 8+2, 7+3, 6+4 dan 5+5. Oleh karenanya tidak ada jalan hanya satu menuju kepadaNya.

Jadi jangan anda katakan menuju Allah hanya melalui jalan 5+5. Terlalu egois anda. Dan mempersempit kemahaan-Tuhan-an yg dengan bismillah hirrohmanirohimNya saja akal kita nggak nyandak. Kok tiba-tiba pongah membuat jalan sendiri, dan jalan orang lain di anggap jalan sesat. Lagian kalau jalan yg lain lebih jauh, atau muter ya kan nggak apa-apa, yg penting nyampe, daripada dikau yg pakai jalan tol tapi kelamaan di rest area.

Trend kenaikan penganut Atheis yg cenderung naik, bahkan konon di Arab Saudi saja bisa mencapai angka 12 %, berapa di Indonesia tidak terdeteksi karena ketentuan membuat KTP harus mencantumkan agama, sehingga label agamanya ada tapi kelakuannya jauh kemana-mana.

Bagaimana dengan Agnostik, ini mungkin bak fenomena gunung es, inilah repleksi kemauan mereka tentang agama sebagai sistim keyakinan yg pasti berbenturan antar keyakinan. Islam kata penganut Kong Hu Chu agama penyembah dinding, Kong Hu Chu agama penyembah berhala kata orang islam, begitu juga agama yg lain, karena sistim keyakinannya cenderung merasa paling dicintai Tuhan, padahal Tuhan sudah mengajarkan ; Agamamu, agamamu, Agamaku, agamaku.

Amalmu ya amalmu, amalku ya amalku, nggak pernah kecampur. Terus kenapa manusia jadi usil, ya itu tadi karena manusianya hanya membeo tentang ajaran agamanya, taklit buta, apa kata gurunya yg bahkan belajar saja sudah tak mau.

Agnostik lahir dari ruang perdebatan yg melelahkan itu, Tuhan yg begitu maha pengasih dan penyayang dibuat menyeramkan, Tuhan jadi sosok otoriter, pemarah kalau perintahnya tak dijalankan, memberi sanksi, menghukum, menyiksa pakai api neraka, sekaligus memberi hidangan ribuan bidadari bagi yg nurut, dan memaki penganut keyakinan lain yg mereka sebut kafir. Kerak neraka, dst. Kenapa bisa, ya karena yg di pakai persepsi mereka sendiri.

Kalimat-kalimat dari nabinya di abaikan, yg paling simpel seperti kata nabi Muhammad ; sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat buat manusia lainnya. Terus kenapa yg bukan se keyakinan disebut sebagai kerak neraka, ya karena nalar agamanya stagnan. Di suruh belajar ke negeri Cina, malah kesurupan gamisan.

Agnostik adalah jalan independen yg dibentuk oleh orang-orang merdeka yg tau jalan menuju Tuhan tanpa banyak terjalan dan jurang curam yg menyeramkan.

Buat teman-teman yg Agnostik saya suka kalian yg jentel tanpa mbulet, tidak seperti orang yg merasa punya kavling sorga kelakuannya keman-mana bak orang pakai jas nggak pakai celana. Hehe.. JANGAN IKUT DONOR YA KALAU GOLONGAN DARAHNYA BUKAN “H”..HAFIZ.

Salam sehat nggak pakai njlimet.

(Sumber: Facebook Kend Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed