by

Jakarta Harus Dilonggarkan?

Dari rasio vs penduduk Jakarta 1case diantara 1.895 penduduk, Jabar 1: 31.833, Jateng 1: 34.213, Jatim 1: 22.574, Nasional 1: 17.490. Sementara Amerika 1 : 230 dan Eropa 1: 259. Andai case Amerika dan Eropa yg melanda Indonesia maka sudah terjadi 1 juta case lebih, andai dgn tingkat kematian 8%, maka sudah menelan korban 80.000 orang.

Kenapa Jakarta menelan korban terbesar, secara rasio kepadatan penduduk Jakarta adalah wilayah terpadat di Indonesia dgn kepadatan 16.704 orang per km2, sementara Jabar, Jateng dan Jatim hanya pada kisaran 850 -1.400an. Jadi tak terbantahkan bhw virus akan menyambar mangsanya yg berlalu lalang tinggi serta yg berkepadatan tinggi. Waktunya sampai kapan tidak dan belum ada jawaban, karena menurut ahli virus hanya bisa diatasi dgn vaksin, imun tubuh dan obat yg dipersiapkan dlm waktu yg tidak sebentar. 

Program pemerintah tidak bisa memuaskan semua pihak kekurangan disana sini masih banyak, ketidak disiplinan masyarakat bgt rendah, belum lagi data based yg di perlukan utk kegiatan terkait amburadul, khususnya Jakarta. Ini adalah gambaran kerusakan yg dibuat puluhan tahun sejak orba, data palsu, izin palsu, janji palsu, duit palsu, amalpun palsu. 

Hantaman keadaan ini memporakporandakan sendi kehidupan secara merata, ekonomi, industri, sosial, dan semua lini. Ketidakpastian ada didepan kita semua, namun menghela nafas bukan jalan pintas yg membuat tuntas. Optimisme harus di bangun bersama utk menghadapi apa saja kendala yg ada, termasuk berdoa dgn fokus agar corona segera sirna. Tidak usah berdoa panjang kemana-mana, karena apabila doa mengusir corona diterimaNya, maka semua kebaikan yg lain akan turut serta.

Kita masih belum tau apa yg bakal ada dimuka, apakah 3%, 0,06%, 0,6% dari populasi dunia yg akhirnya menjadi santapan corona. Harapan kita tetap yg terbaik sesuai putusanNya, karena baik menurut manusia belum tentu baik menurutNya. 

Semoga Tuhan memberi solusi segera agar kita bisa melihat masa depan. Dijauhkan dari pusaran keputusasaan yg bisa memusnahkan.

Fabiaayi alaa i robbikuma tukatjiban…

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed