by

Jagung

Saya memandang hamparan tanaman kangkung, bayam merah, sawi, melon golden, melon cantaloupe, kemangi, ubi kayu, ubi jalar dan tentunya jagung.

Lokasinya tak jauh dari bandara Soetta. Saya mengalami batin yg campur aduk. Melihat kebahagiaan petani sembari waswas dgn merangseknya pembangunan bandara sebagai sebuah konsekuensi pertumbuhan volume ekonomi dan masyarakat.

Saya kepikiran petani di sana. Sungguh yg saya temui anomali. 80% petani nasional berusia 52 tahun, di Rawalini 80% berusia 20-40 tahun. Samar2 saya dengar pendapatan kelompok tani setempat hasil jualan sayur dan buah mencapai Rp500 juta/minggu. Sayangnya saya tak sempat menggali informasi berapa jumlah petani dlm kelompok tani tsb, berapa yg punya hak pilih… halah lambemu Kok. Juga berapa total luas lahan.

Ketika pulang dari sana, saya melihat pesawat datang dan pergi tak jauh dari lokasi. Pikiran saya kembali dipenuhi keparnoan. Sampai kapan petani di sekitar akan bertahan hingga akhirnya menyerah pergi demi pelebaran bandara di masa depan.

Saya akan selalu bersama mereka. Dgn atau tidak dengan ontran2 politik.

Sumber : Status Facebook Kokok Hardhianto Dirgantoro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed