Oleh : Haryo Setyo Wibowo
#Celengandogol Bentuk ketidaksabaran manusia hari ini, bisa disimak saat ‘sithik-sithik’ ngomongin investasi. Punya tabungan agak lega dikit, dah memimpikan investasi. Selalu dan selalu saja investasi diterjemahkan sebagai cara menggandakan uang. Ngga masalah sih. Faktanya, jauh lebih banyak orang yang menjadi “lebih kaya” karena menekuni pekerjaan atau usaha yang memanfaatkan skill yang dimiliki. Bukan karena dari jual beli saham atau surat berharga lain, bukan karena sukses di pasar uang, bukan karena bathi dari perjudian kripto.
Kalau ada seorang dokter, dosen, artis, atau bahkan seorang pelajar bercerita kalau investasi sahamnya sukses, emasnva beranak pinak, propertinya sak hohah, jangan buru-buru menyimpulkan kalau mereka semakin kaya berkat investasi di instrumen tersebut di atas. Tetap ada sekian persyaratan yang harus diperhatikan.
1. Tabungannya selalu bertambah, baru berani investasi (bukan tabungannya banyak, ya…) Secara psikologis ini faktor paling menentukan kesuksesan investasi. Kalau memilih saham, pasti lah saham dari perusahaan yang secara fundamental kuat. Bukan tipikal investor yang gampang mbanyaki hanya karena ada penurunan nilai sementara, dan ‘mbebeki’ mengikuti trend gorengan.
2. Berani investasi di sektor riilOrang yang tabungannya selalu bertambah, ada kecenderungan selalu punya alternatif investasi. Buka warung bebek goreng LBP, misalnya. Dengan tagline, “Membebek itu mudah dan nikmat…”Sementara orang dengan tabungan nanggung, fluktuatif (sok sithik, sok minus), dan merasa melek investasi, justru mempunyai kecenderungan untuk menaruh uangnya di pasar saham atau uang. Hasilnya bisa ditebak, untung sesekali trus tuman. Baru berhenti kalau investasinva membesar dan kemudian loss. Tabungannya tersedot untuk mengongkosi kekalahannva.No. 3-63 ga perlu dituliskan. Paling juga ga dibaca ![]()
Ngga, kok. Saya tidak dalam rangka memupus keinginan banyak orang untuk investasi. Kalau memang punya niatan, pelajari dulu seluk beluknya. Jangan hanya sekadar ikut-ikut atau karena merasa selalu untung saat melakukan simulasi. Investasi terbaik tetap saja kesehatan, keluarga harmonis, dan jaringan pertemanan. Itu sudah berkah banget kalau bisa mempunyai ketiganya. Tinggal dirawat. Kalau sudah terpenuhi, kaya tinggal nunggu waktu saja. Waktu Subuh atau Isya. Kalau pun waktu Subuh, tinggal kita tunggu Subuh tahun berapa… dah penak gitu aja
Sumber : Status Facebook Haryo Setyo Wibowo











Comment