by

Integritas Ahok

Apakah Islam melarang memilih Ahok ? Menurut tafsir Rizieq “iya”, tapi Islam bukan Rizieq, Islam bukan FPI. Banyak kitab-kitab tafsir yang TIDAK MELARANG memilih gubernur dari non muslim, banyak ulama yang lebih zuhud, lebih pintar dan lebih berahlak dari Rizieq yang berpendapat BOLEH MEMILIH GUBERNUR NON MUSLIM

Jokowi juga memiliki Integritas. Ucapannya diikuti dengan perbuatannya. Jokowi tidak memberi muka untuk Rizieq. Walau banyak bujukan oleh agamawan untuk meredakan kasus Ahok bertemu dengannya. Jokowi tetap tidak mau menerima Rizieq. Karena Rizieq mulutnya kotor, intoleran dan pelaku onar. Tidak ada ruang bagi Jokowi menerima mahluk jenis ini

Integritas pula yang membedakan Ahok dan Anis. Anis tidak memiliki Integritas. Anis hanya “kuda lumping” menari-nari jika diberi sesaji. Zaman SBY dia ikut konvensi capres partai SBY, konvensi gagal dia merapat ke Jokowi sambil nyinyir terhadap Prabowo. Dipecat Jokowi, tanpa malu dia merapat ke Prabowo yang dulu dihinakannya sambil nyinyir ke Jokowi. Anis menjadi Gubernur hanya pilihan pragmatis

Rizieq dan Anis sebagai sekarang satu “genk”, saling rangkul merangkul untuk mewujudkan ambisi masing-masing. Ahok dan Jokowi bersatu untuk mewujudkan PERSATUAN DAN KEADILAN SOSIAL bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu sekarang kita harus MEMILIH AHOK, dan bersama sama akan memilih JOKOWI pada pilpres 2019. Mereka layak diperjuangkan.

 

(Sumber: Facebook De Fatah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed