by

Iman Yang Membekukan

Oleh : Hasanudin Abdurakhman

Sains itu dimulai oleh para filusuf. Mereka mengajukan pertanyaan tentang segala sesuatu, kemudian mereka-reka jawabannya. Tentang atom misalnya, dulu orang membayangkannya sebagai bagian terkecil dari materi. Kalau Anda punya sepotong roti, Anda belah terus sampai bagian terkecil yang tak bisa dibelah lagi, maka itulah atom.

Perbedaan terpenting antara ilmuwan dengan filusuf adalah bahwa ilmuwan melakukan percobaan dan pengukuran. Model atom berkembang menjadi lebih sistematis setelah Rutherford melakukan percobaan hamburan yang menghasilkan model atom berupa inti pejal yang dikelilingi oleh elektron-elektron. Model ini terus berkembang seiring dengan berkembangnya berbagai teknik eksperimen.

Demikian pula halnya soal tubuh manusia. Orang dulu menduga-duga, apa yang menggerakkan manusia. Aristoteles misalnya membangun hipotesa bahwa jiwa manusia bersemayam di jantung. Jantung adalah pusat pikiran manusia. Orang-orang Mesir kuno membangun mitos bahwa manusia diciptakan dari tanah.

Ilmuwan kemudian melakukan berbagai penyelidikan. Darwin membangun Teori Evolusi yang menyatakan bahwa makhluk hidup sekarang termasuk manusia adalah produk evolusi dari species yang hidup pada masa sebelumnya. Ahli anatomi menemukan bahwa pikiran dan akal manusia diproses di otak, bukan di jantung. Kesadaran manusia juga diproses di otak sehingga bisa dikatakan bahwa sosok gaib penghuni tubuh jasadi manusia yang disebut ruh atau jiwa juga tidak ada.

Berbeda dengan teori atom yang berkembang mulus, teori yang terkait dengan wujud manusia mendapat tantangan keras dari kalangan orang beragama. Teori evolusi misalnya, dianggap produk ateisme yang merupakan musuh agama. Kenapa? Karena konsep-konsep itu terlanjur diadopsi oleh kitab suci. Kebenaran kitab suci dianggap mutlak, jadi tidak boleh diubah. Maka iman kepada kitab suci berusaha membekukan gagasan manusia, tidak boleh berubah dari gagasan yang dibangun belasan atau puluhan abad yang lalu.** (ak)

Sumber : facebook Hasanudin Abdurakhman

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed