How Democraties Die

Ada juga media asing yang ikut memberi dukungan pada gerakan pengacau ketertiban ini. Misalnya pemerintah dicap sebagai “kembali ke Orba”. Atau tulisan orang lokal “pohon otoritarianisme mulai bersemi lagi.” Serangan2 seperti ini tentu membuat pemerintah gamang untuk menegakkan demokrasi dengan menegakkan aturan. Mudah sekali dicap sebagai otoriter. satu dua kasus sebagai upaya menjaga kepentingan masyarakat dijadikan amunisi untuk mencap sebagai otoriter atau dzolim.
Pemerintah sudah semestinya mementingkan kepentingan rakyat banyak daripada meladeni suara-suara miring segelintir orang yang lebih banyak mengganggu kepentingan umum.
Pemerintahan demokratis memang memerlukan suara oposisi. Oposisi akan menjadi pengontrol sehingga pemerintah akan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah dan kebijaksanaan. Tetapi oposisi yang asal bunyi, atau oposisi yang asal mencari salah, bahkan melakukan kolaborasi dengan kepentingan asing akan sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan negara. Baik pemerintah maupun oposisi sebaiknya tetap menjadikan kepentingan rakyat banyak dan kepentingan nasional sebagai tujuan utama. Jika itu tidak dipegang maka demokrasi akan dimanfaatkan hanya untuk melegitimasi tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak demokratis dan susah dibendung dengan pemberlakuan aturan secara tegas..

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *