by

Hoax Dan Masa Depan Bangsa

Semrawutnya media sosial kita bertambah ketika ada kalangan terpelajar, perpendidikan tinggi bahkan orang yang seharusnya menjadi panutan umat, terjerumus dan ikut menyebar atau membuat hoax. Benar kata seorang relawan anti hoax Indonesia, “Title tinggi tidak menjamin seseorang mampu melek literasi dan bebas dari hoax. Karena yang menyebar hoax, profesor banyak, bahkan ustadz pun banyak”. Jadi tak heran lagi jika hoax banyak menyasar orang-orang bawah. Sebab junjungannya sendiri saja menyebar hoax.

Hal ini tentu menjadi titik keprihatinan bagi kita semua. Massifnya hoax di negeri ini, menuntut dan menuntun kita untuk selalu jeli dan bersikap kritis. Banyak hoax yang dianggap sebagai suatu kebenaran, akibatnya hal-hal yang justru merupakan kebenaran tak lagi dipercaya. Kalau begini caranya, bagaimana masa depan bangsa dan negara kita? Sedang tak main, dampak hoax adalah di dunia nyata, bukan lagi di media sosial. Contoh seorang Insinyur Google di India yang meninggal dunia akibat hoax yang menerpanya. Ia diisukan sebagai penculik anak, akhirnya ia dihakimi massa sampai tak berdaya, hingga akhirnya tewas dengan sekujur tubuh penuh luka. Ini tentu amat bahaya, bukan? Ngeri jika sampai korban hoax berjatuhan di negeri ini. Kebenaran bak jadi omong kosong belaka, sedang kebohongan dipercaya dengan mudahnya tanpa verifikasi terlebih dahulu informasinya.

Kedepan saya sangat berharap, pembekalan atau seminar anti hoax banyak mengena kepada masyarakat kalangan bawah, utamanya masyarakat yang awam tentang sosial media. Supaya tidak lagi ada hoax yang tersebar dengan sistem gethuk tular. Atau di kalangan pelajar, seminar dan pembekalan bijak bermedsos dan anti hoax menjadi hal yang wajib. Semua informasi yang tersebar harus terverifikasi. Jangan sampai ada hoax diantara kita.

Selanjutnya saya mengutip tulisan quote dari wall facebook Kyai Ahmad Nadhif Abdul Mudjib, Jika Anda mengatakan kebohongan besar dan sering mengulanginya, maka itu akan mudah dipercaya sebagai kebenaran” -Adolf Hitler-

Juga mengutip pesan dari Gus Supriyanto. Bahwa hoax itu dibuat oleh orang-orang fasik, diterima oleh orang-orang bodoh, dan disebar oleh orang-orang yang jahat. Mereka semua termasuk golongan ‘Ashabul Fitnah’.

Sekian
Salam Anti Hoax
Ikuti perkembangan kami di Group Facebook Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (Link: https://www.facebook.com/groups/fafhh/ )
Atau like fp Mafindo Masyarakat Anti Fitnah Indonesia
Jangan lupa download aplikasi Hoax Buster Tools di Play Store (Only for Android).

Sumber : Status Facebook Vinanda Febriani

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed