by

Hikmah Putusan MK

Oleh : Iyyas Subiakto

eputusan MK yg membuat salah satu hakim MK meraung, keputusan itu tidak masuk nalar. Apa sebabnya, karena fokus kecurigaan atas keputusan yg di tengarai di intervensi karena kepentingan Gibran.

Sah saja pikiran banyak orang mengarah kesana karena manuver dan gesturnya nyaris kesana.

Namun saat keputusan itu sudah jelas bisa menjadikan Gibran sebagai capresnya PS kenapa justru Gibran tidak kesusu merengkuhnya. Disini harusnya kita sadar skenario itu untuk apa dan siapa.

Terlepas polemik, bahkan makian yg sempat dilontarkan sampai MK di olok sebagai mahkamah keluarga, namun keputusan itu ada hikmahnya.

Berapa anak2 muda sebagai kepala daerah yg pada 2029 usianya dibawah 40 tahun, bisa ikut kontestasi capres yg semula harus menunggu tahun 2034, mereka bisa maju lebih awal.

Di Jatim saja mungkin ada sekitar 7 orang kepala daerah yg usianya di bawah 35 tahun saat ini. Belum lagi Indonesia. Inilah semestinya yg dikawal agar mereka bisa melengkapi gaung perpolitikan Indonesia. Jangan terus2an PS dan Anis pula nanti.

Hanya harus di segerakan batas usia atas mungkin di batasi maks 60-65 saja, ini perlu agar orang nafsu seperti PS yg terus2an ngences. Ga percaya coba biarkan batas atas dilepas, tahun 2029 dia nyapres lagi walau usianya saat itu masuk ke 78 tahun.

Jadi mari anak muda segera matangkan diri dan mendewasakan hati. Jadilah pemimpin harapan Indonesia. Karena 2045 Indonesia emas menanti anda.

Sehat untuk Indonesia, semangat untuk Indonesia.

Sumber : Status Facebook Iyyas Subiakto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed