by

Hati yang Membuka Pada Kebenaran

“saya searching youtubenya orang2 Syiah, saya beli beberapa buku mengenai syiah, termasuk saya download disertasinya ustadz Jalal. Saya tercengang bu, dan kaget setengah mati. Penuh intelektualitas dengan spiritualitas yang tinggi. Serasa bleeng meresap kedalam kalbu saya. Selama ini saya merasa kering-kerontang. Kok justru beda banget dengan yg selama ini saya ikuti.
Nah, tentu itu jadi masalah buat jenengan pak, hubungan dengan komunitas pasti terganggu ya…?
Iya bu, sebenarnya saya ingin merahasiakan dulu. Etapi saya sudah ngga tahan, pengen juga ngomongin ini dirumah, maka saya bawa bbrp buku dan membicarakannya dengan istri.
Ternyata istri saya menolak keras dan langsung menyita buku2 tsb. Gak sampai hitungan hari, langsung dia memberitahukan kepada jamaah pengajian, sehingga saya mengalami pengucilan dan sedikit intimidasi. Tak jarang ustadz dan teman2 mendatangi rumah saya untuk menasihati, dari halus sampai bentak2. Semua aktivitas saya dipantau istri dan teman-teman. Tapi hingga sekarang saya masih masuk group WA pengajian mereka, dan bbrp kali pertemuan offline.
Aku manggut-manggut, membayangkan kesulitan yang dihadapinya
Kalau ada acara ke Bandung, saya sempatkan untuk ikuti ceramahnya ustadz Jalal bu.
Saya merasa tertarik dengan pemikiran2 pak Jalal jauuh hari ketika sy di HTI. Kok baguuss yaa…? Setelah diberitahu bahwa beliau itu syiah dan di instruksikan untuk berhenti mendengarkannya, ya saya berhenti. Tapi itu mulai memberikan sebuah tanda tanya besar di kepala saya.
Sekarang bagaimana kondisi keluarga jenengan pak…? Tanyaku.
Istri saya sampai memohon-mohon supaya saya ga jadi syiah. Dan saya sudah menjawab, iya…. Saya ini bukan syiah, dan ga akan jadi Syiah”, supaya dia tenang dan keluarga saya tetap kondusif bu. Soal keyakinan kan ada didalam hati, dan saya terus berdoa semoga ada jalan keluar untuk keluarga saya, semoga kami sekeluarga dikehendaki untuk menjadi pencinta.
“Bagus itu pak, sebuah sikap yang tepat…., ujarku.
Saya sekarang merasa bahagia bu, betul-betul bahagia. Saya sangat bersyukur. Saya belajar kerendahan hati. Saya menemukan ajaran pengorbanan dan cinta kasih yang sebenarnya. Istri saya merasa heran dengan perubahan sikap saya. Dia gembira sekaligus was-was apakah perubahan saya karena faktor ajaran Syiah. Hahaaha…. Saya memaklumi sih bu, karena semua itu sdh di doktrinkan sedemikian rupa. Semoga ada masanya dia juga merasa jenuh dan kering.
Setelah itu, saya pamit untuk beristirahat. Ada semacan rasa haru yang menyelusup, setelah berwudhu, saya berdoa tawassul, saya angkat tangan saya tinggi memohonkan campur tangan dan pendampingan para manusia suci, agar mereka memohonkan kepada Allah untuk memberikan karunia kesehatan dan umur panjang kepada Sayyid Ali Khamenei, kepada bbrp nama lagi, lanjut kepada teman-teman saya, terakhir baru kepada keluarga saya.
Demikian saya diajarkan untuk berdoa, utamakan pemimpin, saudara, tetangga baru keluarga sendiri.
Sumber : Status Facebook Renito Husayno

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed