by

Hati-Hati Memviralkan Orang di Medsos

“Say.. “
tetanggaku ibu Mala memanggil
“Iyaa jeng” sahutku,
ibu Mala di kampung kami sangat terkenal sebagai wartawan kampung jadi berita apapun mengenai tetangga beliau adalah orang yang paling update dan paling tahu,

bahkan permasalahan orang beliau orang yang paling mudah di korek informasinya.

“Sudah kamu sudah tau belum?
Asnah”
dia menunjuk rumah gubuk yang berbatang 100 meter dari rumah ku
“Ini”
dia menunjukkan video ibu Asnah saat mencuri popok bayi.

Seketika darah ku berdesir, celakalah kalo orang ini sudah tau pasti dia akan bercerita pada semua orang di kampung,

lalu bagaimana perasaan ibu Asnah? Pasti beliau sangat terpukul dan malu, pantas saja beliau tidak pernah keluar rumah lagi..

mungkin beliau malu dengan seluruh masyarakat di sekitar kampung.

Setelah bertemu ibu Mala sing semalam perasaan ku merasa tidak nyaman,

rasanya aku ingin sekali mendatangi rumah ibu Asnah.
Sedang berita tentang beliau sudah menyebar dimana-mana hampir semua orang sudah tahu,

di warung di perkumpulan ibu-ibu mereka semuanya membicarakan ibu Asnah.

Malam itu aku membeli 1 dus Indomie goreng dengan 5kgberas serta satu saf telur

Mungin ini dapat membantu beliau, sekaligus menjawab penasaranku kemana beliau lebih dari 5 hari ini tidak pernah terlihat lagi.

Rumah kecil nan reyot dengan lampu pijar 5 wat jadi penerang satu-satunya rumah ini berulang-ulang kali aku mengetuk daun pintu

namun tidak juga di buka oleh ibu Asnah, padahal pintunya tidak terkunci hanya tertutup biasa saja,

ingin rasanya aku masuk tapi rasanya sangat tidak sopan.

“Ibu Asnah ini saya ibu Dwi”
Tetap tidak merespon.

Sudah hampir 18 menit saya memanggil beliau namun tidak ada juga respon.

Saya lihat sandalnya masih ada di luar artinya beliau di dalam.

Saya coba masuk, saya buka pintu rumahnya,
pertama yang saya rasakan adalah bau yang tak enak,

terlihat kain kelambu bergantung dipaku. Pemandangan dirumah beliau sungguh sangat memprihatinkan,

satu-satunya benda berharga yang di miliki beliau di rumah ini cuma radio tua yang mungkin sudah tidak lagi berfungsi.
Saya masuk ke kamarnya. SAYA KAGET!!!

“IBU ASNAH!!!”

Tidak bergerak di sebelah beliau terlihat Sarin berurai air mata menangis tanpa suara memeluk Ibu Hasnah,

saya pegang pegelangan tangan beliau tidak ada denyut nadi.

Saya keluar dari rumah itu saya berteriak sekuat-kuatnya membuat orang-orang yang ada di sekitar berdatangan.

Mereka berkumpul di rumah Bu Asnah memeriksa keadaan

Beliau ternyata beliau sudah meninggal sejak 2 hari uang lalu..

dan SARIN ternyata sudah dua hari menangis di samping jasad ibu Asnah, tanpa di ketahui oleh tetangganya.

Aku menangis sejadi-jadinya teringat pertemuan kami 6 hari yang lalu,

aku merasa bersalah betapa pelitnya aku ketika itu hanya karena uang 100 rb,

aku membiarkan beliau menahan lapar berhari-hari.

Pantas 2 hari ini kami tidak mendengarkan suara apapun ternyata sarin selama ini BISU

Aku angkat sarin aku bawa pulang ku beri dia biskuit,

aku bayangkan anak umur 1,5 tahun 2 hari kelaparan tidak makan apa-apa pun

betapa mirisnya aku sebagai tetangga terlalu berhitung kepada IBU ASNAH

Yang membuat saya sakit hati di sebelah jasad beliau ada tulisan

” aku malu aku mencuri karena kami lapar”

Saya foto jasad Bu ASNAH lalu say tag nama orang yang Minggu lalu memviralkan Bu Asnah saya tulis caption.

“ORANG YANG MEMVIRALKAN ORANG LAIN DI MEDIA SOSIAL IBARAT ORANG YANG SEDANG MASTURBASI DI TENGAH PASAR, DIANYA PUAS TAPI ORANG LAIN JIJIK MELIHATNYA”

Sumber : Status Facebook Fatiha KBM

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed