Hati-Hati, Jangan Ulamakan Orang Bodoh

Tashawwuf tidak berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya, ia memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah. Adapaun yang dimaksud khirqah secara bahasa adalah “pakaian” atau “kain”. Bahasa-bahasa dengan penyebutan fisik semacam ini hanya sebagai ungkapan atau “lambang” dari ilmu-ilmu yang berkembang dikalangan kaum Sufi, yang hal tersebut terjadi secara turun temurun dari guru ke murid sebagai sanad.

Jika kita mendengar ceramah Habib Ali al-Jifri, maka silsilah khirqah itu dipakaikan kepadanya oleh gurunya Syaikh Abdul Qadir al-Segaf, dari Ahmad bin Abdurrahman al-Seqaf, dari gurunya Ali bin Muhammad al-Habsyi, dari gurunya Abubakar bin Abdillah al-Attas, dari gurunya Hasan bin Sholeh al-Bahri al-Jufri, dari gurunya Umar bin Segaf Ashafi al-Segaf, dari gurunya Hasan bin Ali al-Jufri, dari gurunya Ahmad bin Zain al-Habsyi, dari gurunya Abdullah bin Alawi al-Haddad, dari gurunya Umar bin Abdurrahman Alattas, dari gurunya Husain bin Syaikh Abibakar bin Salim, dari gurunya al-Fakhr Abubakar bin Salim, dari gurunya Syihabuddin al-Akbar, dari ayahnya Abdurrahman bin Ali, dari ayahnya Ali bin bin Abibakar, dari ayahnya Abubakar bin Abdurrahman Assegaf, dari ayahnya Muhammad bin Ali Mauladdawilah, dari ayahnya Ali bin Muhammad, dari ayahnya Ali bin Alwi, dari ayahnya Alwi al-Ghuyur, dari ayahnya Muhammad al-Faqih al-Muqaddam, dari ayahnya Ali, dari ayahnya Muhammad Shahibul Mirbad, dari ayahnya Ali Khali’ Qasam, dari ayahnya Alwi, dari ayahnya Muhammad, dari ayahnya Alwi, dari ayahnya Ubaidillah, dari ayahnya Ahmad al-Muhajir, dari ayahnya Isa al-Naqib, dari ayahnya Muhammad Jamaluddin al-Naqib, dari ayahnya Ali al-Uraidhi, dari saudaranya Musa al-Kadzim, dari ayahnya Ja’far al-Shadiq, dari ayahnya Muhammad al-Baqir, dari ayahnya Ali Zainal Abidin, dari ayahnya al-Husain bin Ali, dari ayahnya Ali bin Abi Thalib, dari Nabi Muhammad SAW.

Sumber : Status Facebook Alyssa Nazila

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *