by

Gus Ishom

Oleh : Harun Iskandar

GUS ISHOM . . .(Sang Musashi pun Terpapar Covid)”Dimana saja saya selalu ber-hati2, agar tak terjangkit virus yang menakutkan tersebut dan apalagi hingga menularkan kepada keluarga saya di rumah atau kepada orang lain.” Demikian tutur KH. Ahmad Ishomuddin, Gus Ishom. Rais Syuriah PBNU. Lebih lanjut beliau katakan, sudah kurangi drastis kegiatannya, sudah ndak pernah lagi sambangi Bandara. Kemanapun, jika terpaksa beliau tempuh dengan bermobil.”Meski saya sdh berikhtiar, mungkin saja belum maksimal, daya tahan tubuh menurun, mungkin juga ‘ceroboh’. Hingga Allah memberi takdir dan saya pun ridho . . .”

Sekedar menyegarkan ingatan, Gus Ishom inilah saksi yang ‘meringankan’, saat Ahok, Basuki Tjahaja Purnama disidang atas dakwaan penistaan agama. Beliau adalah Rais Syuriah NU termuda. Juga dosen IAIN Raden Intan Lampung. Saat menjadi saksi ahli beliau masih menjabat di MUI, sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa.

Menjadi saksi ahli, yang meringankan bagi BTP, waktu itu sungguh bukan hal yang ringan dan mudah. Eforia kelompok 212 masih sedang kuat2nya. MUI pun keluarkan ‘fatwa’ bahwa BTP ‘menista’ Agama dan Ulama. Cercaan muncul disana-sini. Tokoh Pondok Pesantren Gontor, Hamid Fahmi Zarkasyi, menilai bahwa Gus Ishom bukan pakar tafsir Quran.Bahkan NU pun ‘seakan’ terbelah. Ketua MUI, yang sekarang Wakil Presiden RI, adalah ‘penggede’ NU. Dan akhirnya Gus Ishom pun ditarik jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI.

Sungguh, beliau waktu itu seakan sendirian. Meski banyak juga mendukung, namun dukungan itu ‘melayang’. Tak ber-organisasi dan tak ter-organisir . . .Sepi sendiri dalam kegigihan dan kegagahannya. Apalagi saat ada di ruang Sidang.Seperti Musashi, seorang Samurai Perkasa yang berjuang sendiri dan ‘tak bertuan’. Dan sekarang Musashi itu terpapar Covid . . .

Covid itu nyata memang. Ndak peduli orang Jahat atau Baik. Taat agama atau ‘blangsak’. Kaya atau miskin. Banyak sedekah atau kikir. Taat Prokes atau ‘ndlèwèr’. Sudah divaksin atau belum. Semua punya kemungkinan terpapar covid . . .Namun bukan berarti taat Prokes tak berguna, vaksin pun tak bermanfaat. Sedekah sia-sia. Olahraga pun ‘muspra’. Ndak, ndak begitu . . .Sunatullah. Ada kerja ada hasil. Jika ‘meleset’ itu artinya ‘takdir’. Seperti dituturkan oleh Musashi, Gus Ishom . .

Untuk Gus Ishom, semoga segera pulih. Kami, setidaknya saya, kangen aksi ke-Pendekar-an sampeyan.AminAl Faatihah

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar . . .

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed