Gonjang Ganjing Demokrat

(4). Saya mulai *tidak respek* pada *SBY* setelah terpilih sebagai RI-1 tahun 2004 karena *Pencitraan yang dibangun penuh dengan Kemunafikan dan Kebohongan,..* kemudian terhadap saya bersikap *ja’im* dan dengan sengaja menjauhi teman-teman yang sudah banyak berkorban,…. perlahan-lahan *untuk disingkirkan dari PD.*
Oleh karena itu jika sekarang anaknya mau disingkirkan oleh kader Demokrat yang lain, melalui *KLB* mungkin saja itu hukum karma yang akan diunduh…???
(5).Kepada generasi muda Partai Demokrat yang *tidak tahu/ kurang mengerti ttng sejarah berdirinya PD* dan hanya jadi *penjilat* atau *cecunguk-nya AHY,* dari kronologi singkat di atas, jika *Partai Demokrat* kalian anggap sebagai milik SBY atau *KORPORASI,* maka saham dan andil Cikeas itu hanya 1/3 (sepertiga) yang diwakili oleh *Kurdi Mustofa,* selebihnya yang 2/3 (dua pertiga) itu *saham/ andil saya* dan *Ventje Rumangkang.*
Silahkan dicross-check ke saudara S.Budhisantoso dan Irzan Tanjung — jika mereka masih ada, .. Karena yang menunjuk Budhisantoso jadi Ketua Umum PD yg pertama, itu adalah saya… *Bukan SBY…!!!*
ALHAMDULILLAH SAYA SEKARANG MASIH ADA DAN SEHAT WALAFIAT,.. MESKIPUN DIBERITAKAN SUDAH MENINGGAL DUNIA, KARENA MEMANG SAYA SENGAJA MENGHILANG DARI HIRUK PIKUK DUNIA, MONITOR DARI JAUH DI PERTAPAAN, LERENG GUNUNG SETELAH SBY MENJADI PRESIDEN.
NAMUN SEKARANG SAYA MUNCUL LAGI, MELIHAT KEADAAN NEGARA YANG SEMAKIN AWUT2AN DAN MEMPRIHATINKAN…!!!
Kepada *AHY* Romo berpesan *Ojo Dumeh,… Ojo mung Rumongso Biso nanging sing kudu Biso Rumongso,…. Ojo Adigang Adigung Adiguno,… Surodiro joyoningrat, kabeh mau bakal lebur dening pangastuti..!!!*
*GONJANG-GANJING ANAK “S”i “B”ua “Y”ee,…. MEMBUAT “PD” JADI PARTAI DAGELAN.*
Oleh : Ki Ageng Noto (51).–
Dari Padepokan di lereng gunung jauh dari hiruk-pikuk dan kesemrawutan Ibukota Jakarta, hati nurani saya terusik oleh *hingar-bingar* anaknya SiBuaYe yang membuat *cerita dan drama politik kudeta di Partai Demokrat…???*
 
Supaya tidak gagal paham,.. saya ini adalah *pemrakarsa, perancang, pelaku sekaligus pendiri dan saksi sejarah berdirinya PD* (PARTAI DEMOKRAT) *di Indonesia.*
Secara singkat ingin saya ungkapkan, kurang lebih 20 tahun yang lalu, awal-mula nya kami menggagas sebuah *Partai Masa Depan* untuk menjawab tantangan zaman yang kami inisiasi dalam *Grup Diskusi ex Tim Pakar GBHN Wanhankamnas* di jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, dengan melihat kondisi obyektif dan situasi politik dalam negeri yang pada waktu itu, sangat tidak menentu.
Secara hampir bersamaan waktunya, *SBY dikalahkan sebagai Cawapres di Sidang Istimewa MPR 2001, oleh Hamzah Has.*
Kronologisnya sbb :
(1). Singkat cerita,. melalui *seorang perwira penghubung* berpangkat Kolonel dari Mabes ABRI waktu itu, lalu saya dipertemukan dengan saudara *VENTJE RUMANGKANG* dan *KURDI MUSTOFA* seorang perwira aktif dari Bintal Rohis Mabes ABRI sebagai *representasi Cikeas.*
Dari beberapa kali pertemuan, akhirnya kami sepakat mendirikan sebuah Partai baru dengan nama *Partai Demokrat,* dengan harapan bisa menjadi *kendaraan politik untuk SBY* setelah *gagal jadi Cawapres di SI-MPR 2001.*
Awal berdirinya Partai Demokrat, *hanya ada 9 (sembilan) orang sebagai Pendiri yang sekaligus jadi Pengurus-nya,* yakni saya dengan mengajak saudara *S.Budhisantoso* dan *Irzan Tanjung,* kemudian *Ventje* membawa sdr *Rompas* dan *Hengky Luntungan* juga *Kurdi* karena perwira aktif tidak boleh menjadi Pengurus Partai maka dia menunjuk 3 (tiga) orang temannya alumni IAIN…..
Namun pada waktu didaftarkan ke Kemenkumham, diminta untuk menyesuaikan dengan *UU PARPOL No 31/ 2001,* yakni minimal didirikan oleh 50 orang,.. maka *akhirnya disusunlah Pendiri dan Pengurus Partai Demokrat sebanyak 99 orang,…*
Dari sini tidak ada nama *SBY* atau keluarganya yang menjadi Pendiri maupun Pengurus PD….
Jadi *SBY,* jujur saya katakan secara *de-facto* maupun *de-jure* jelas-nya *BUKANLAH PENDIRI* PARTAI DEMOKRAT.—
(2). Dalam perjalanan menuju Pemilu/ Pilpres 2004, di depan Presiden Megawati *SBY tidak mengakui sebagai inisiator maupun bagian dari Partai Demokrat* yang kami telah dirikan… Bahkan di depan kami,. *karena ada keraguan terhadap kepemimpinan Budhisantoso sebagai Ketum,* SBY menyatakan bahwa dirinya sudah *dilirik/ dilobby oleh PKB* sebagai Partai Pengusung untuk jadi *CAPRES di thn 2004 nanti.*
Akhirnya kami masukkanlah nama Anie Yudhoyono sebagai *Waketum Partai Demokrat,* untuk mendampingi Ketum S.Budhisantoso, setelah SBY *dicopot dari Menko Polhukam pada Kabinet Megawati SP.*
(3). Terpilihnya SBY menjadi RI-1 pada Pilpres 2004, konon diduga/ disinyalir ada *invisible-hand* yang bermain dari negara super power, begitu pula pada Pilpres 2009.
Kemudian melalui Konggres I PD di Bali, *Budhisantoso didepak dari Ketua Umum,* digantikan *saudara ipar Anie Yudhoyono, yakni Hadi Utomo.*
Dari sinilah SBY 100% mulai memegang kontrol dan kendali Partai Demokrat….
Kemudian pada Konggres II PD di Bandung, Anas Urbaningrum terpilih sebagai Ketua Umum…. lalu dia pilih Ibas sebagai Sekjen dan Nazaruddin sebagai Bendahara DPP.PD…..
Namun sebelum SBY mengakhiri jabatan periode kedua sebagai RI-1, Anas didepak dan di-KPK-kan masuk penjara, kemudian seluruh jabatan dalam struktur PD mulai dari Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pertimbangan sampai Ketua Umum-nya diambil alih dan diborong oleh SBY,.. seolah- olah Partai Demokrat itu menjadi *Korporasi milik pribadi dan keluarganya.* Hingga akhirnya *diwariskan* kepada *AHY…!!!*
(4). Saya mulai *tidak respek* pada *SBY* setelah terpilih sebagai RI-1 tahun 2004 karena *Pencitraan yang dibangun penuh dengan Kemunafikan dan Kebohongan,..* kemudian terhadap saya bersikap *ja’im* dan dengan sengaja menjauhi teman-teman yang sudah banyak berkorban,…. perlahan-lahan *untuk disingkirkan dari PD.*
Oleh karena itu jika sekarang anaknya mau disingkirkan oleh kader Demokrat yang lain, melalui *KLB* mungkin saja itu hukum karma yang akan diunduh…???
(5).Kepada generasi muda Partai Demokrat yang *tidak tahu/ kurang mengerti ttng sejarah berdirinya PD* dan hanya jadi *penjilat* atau *cecunguk-nya AHY,* dari kronologi singkat di atas, jika *Partai Demokrat* kalian anggap sebagai milik SBY atau *KORPORASI,* maka saham dan andil Cikeas itu hanya 1/3 (sepertiga) yang diwakili oleh *Kurdi Mustofa,* selebihnya yang 2/3 (dua pertiga) itu *saham/ andil saya* dan *Ventje Rumangkang.*
Silahkan dicross-check ke saudara S.Budhisantoso dan Irzan Tanjung — jika mereka masih ada, .. Karena yang menunjuk Budhisantoso jadi Ketua Umum PD yg pertama, itu adalah saya… *Bukan SBY…!!!*
ALHAMDULILLAH SAYA SEKARANG MASIH ADA DAN SEHAT WALAFIAT,.. MESKIPUN DIBERITAKAN SUDAH MENINGGAL DUNIA, KARENA MEMANG SAYA SENGAJA MENGHILANG DARI HIRUK PIKUK DUNIA, MONITOR DARI JAUH DI PERTAPAAN, LERENG GUNUNG SETELAH SBY MENJADI PRESIDEN.-
NAMUN SEKARANG SAYA MUNCUL LAGI, MELIHAT KEADAAN NEGARA YANG SEMAKIN AWUT2AN DAN MEMPRIHATINKAN…!!!
Kepada *AHY* Romo berpesan *Ojo Dumeh,… Ojo mung Rumongso Biso nanging sing kudu Biso Rumongso,…. Ojo Adigang Adigung Adiguno,… Surodiro joyoningrat, kabeh mau bakal lebur dening pangastuti..!!!*
Sumber : Status Facebook Jansen Leo Siagian

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *