by

Gojek Bersih-bersih Tuyul

Titik-titik GPS palsu itu bahkan “diternakkan’ sampai 4 sampai 5 titik per pengemudi melalui aplikasi tertentu di Android. Jadi pengojek tinggal ngopi dan nongkrong tapi dapat order. Dia juga bisa pilih rute karena ketika order datang aplikasi Gojek dan Grab juga menunjukkan lokasi yang dituju sebelum order diambil. Kalau jauh dia tidak ambil.

Dan juga sudah rahasia umum di kalangan pengojek online, ada koordinator wilayah yang mengatur siapa yang dapat order dan kemana. Koordinator ini memasang GPS palsu yang banyak hingga anggota paguyuban, keluarga besar atau persatuan ojek online diatur jatah pengangkutan penumpang.

Dalam keadaan tertentu, ada dugaan kuat bahwa GPS palsu ini bisa dipakai pengojek online untuk membuat order fiktif. Karena jumlah pengojek sangat banyak, order fiktif yang dilakukan tidak terlalu sering tapi menyebar hingga tidak bisa atau sulit di lacak oleh sistem Go Jek atau Grab.

Walhasil, pengemudi bukan anggota paguyuban yang dikenal sebagai single fighter menelan pil pahit akibat ketidak adilan ini.

Pengemudi ojek online yang jujur beralih ke Uber karena lebih banyak dapat order meski bayarannya sedikit. Ini disebabkan karena GPS palsu yang biasa dilakukan pengojek Go Jek dan Grab mati kutu ditangan aplikasi Uber. Aplikasi Uber tidak menyertakan tujuan pengantaran sampai pengemudi menekan tombol menerima order.

Lalu apakah tuyul itu merugikan penumpang? Jelas. Mereka harus menunggu waktu lama pengojek datang padahal di peta jaraknya sangat dekat. Titik di peta itu adalah GPS palsu yang disengaja dipasang oleh mereka yang nakal yang seolah-olah dekat dengan pelanggan padahal lokasi sebenarnya jauh.

Karena itu kita sambut gembira langkah Go Jek yang juga diharapkan dilakukan oleh Grab untuk bersih-bersih tuyul diantara pengojek online. Go Jek memperkenalkan gerakan #HapusTuyul seraya mengembangkan sistem deteksi yang lebih canggih untuk memberantas kecurangan berjemaah itu.

Bagi mereka yang masih pakai tuyul dan membentuk paguyuban ala ojek pangkalan untuk menguasai lahan, kini saatnya bekerja keras bukan bermalas-malasan dan culas. Kelakuan demikian cuma pantas berakhir di sel penjara karena perbuatan curang itu masuk kategori pidana.

Carilah rejeki untuk anak istri dengan cara yang halal.

Sumber : Facebook Budi Setiawan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed