Freeport Dan Pembalasan AS

Peristiwa adanya KKB di Papua dan aksi 212 bukanlah sesuatu yang datang dadakan tetapi sudah direncanakan dengan baik oleh para proxy AS yang ada di elite politik. BIsa dilihat dari adanya senjata api dan aksi pembantaian yang sadis, yang hanya bisa dilakukan oleh tentara bayaran, bukan sekedar sipil bersenjata. Kedua , dalam aksi 212 kemarin duta besar Arab Saudi hadir ditengah tengah aksi.

Dan setelah itu dia memberikan pernyataan yang menyudutkan pemerintah Indonesia dan NU. Namun pemerintah bisa mengantisipasi kedua peristiwa itu dengan cepat. Dua ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah dapat diyakinkan tidak hadir dalam acara 212.

Sehingga secara defakto aksi itu tidak berhasil menciptakan sentimen negatif terhadap rezim Jokowi. Apalagi aparat sukses membuat acara itu tertip dan damai. Sikap pemerintah terhadap KKB di Papua juga jelas. Menyerah atau diselesaikan.

Apakah setelah itu selesai masalahnya ? tidak. Tentu akan ada gerakan lagi yang kita tidak tahu. Yang jelas proxy AS ada disemua level pemerintah, ormas, partai, kampus. Mereka asset AS. Yang kapan saja bisa digerakan oleh AS untuk tujuan geostrategisnya. Ini akan mereda setelah proses pelunasan pembayaran akuisisi saham Freeport selesai. Desember ini jadwalnya semua proses akusisi selesai dan syah indonesia menguasai Freeport 51%. Moga Tuhan menjaga dan melindungi kita dari kerakusan dan kebodohan para proxy AS dan pemerintah tetap solid menjaga NKRI dari segala rongrongan…

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *