Fenomena Kenisbian Waktu dalam Al Qur’an

Serunya lagi, begitu bangun dari kematian 100 tahun, Uzair pun kembali ke kota yang kemarin dilewatinya dan dia kaget. Kemarin dilihatnya kota itu kota mati, seluruh penduduknya mati dibunuh oleh penjajah asing, Raja Nebucatnezar (بختنصر) dari Kerajaan Babilonia.
Namun hari ini dia lewat situ lagi, ternyata kota itu sudah amat ramai dihuni warganya. Ternyata setelah 100 tahun kemudian, Allah SWT menghidupkan kembali kota mati itu dan ramai oleh penduduk.
Tentu saja tak satu pun penduduk yang mengenali Uzair, kecuali satu seorang tua renta yang usianya lebih dari 100 tahun. Dia mengenali Uzair meski pun heran ternyata Uzair tidak mengalami proses penuaan sedikit pun.
Uzair yang dilihat hari ini sama persis penampakannya dengan Uzair yang dilihatnya 100 tahun yang lalu. Jadi nampaknya ada semacam perhentian waktu yang sifatnya amat lokal.
Peristiwa itu diabadikan dalam Al-Quran yaitu surat Al-Baqarah ayat 250 berikut ini :
أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah : 259)
Para sejarawan setelah melakukan banyak cross-chek, banyak yang menyimpulkan bahwa diperkirakan raja Nebuchadnezar hidup sekitar tahun 630-562 SM.
3. Kisah Pemuda Ashabul Kahfi
Kalau kisah pemuda ashabul kahfi saya kira sudah banyak saya bahas disini. Mereka tertidur di gua yang dirasakan hanya sehari atau kurang dari sehari. Padahal mereka tidur selama 300 tahun ditambah 9 tahun.
Ketika salah seorang mereka masuk ke kota, dia terhentak karena kota itu sudah berubah semua. Tak seorang pun yang dikenalinya lagi. Dan tak seorang pun yang kenal dirinya.
Dan dia baru sadar ketika beli makanan pakai koin yang sudah tidak lagi digunakan orang di masa 300 tahun kemudian.
Menilik tiga ayat di atas, saya cenderung pada pendapat ulama yang menyebutkan teori kenisbian waktu, bahwa waktu itu bisa dirasakan panjang oleh sebuah dimensi tapi oleh dimensi yang lain bisa hanya sekejap saja.
Contohnya terkait dengan sudah dekatnya hari kiamat yang banyak disebut-sebut dalam Al-Quran. Salah satunya ayat ini :
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (QS. Al-Qamar : 1)
Al-Quran menyebut bahwa datangnya hari kiamat itu sudah dekat. Padahal ayat ini diturunkan sejak 1400-an tahun yang lalu. Ternyata tidak kiamat-kiamat juga. Padahal penceramah spesialis kiamat banyak yang menggambarkan kiamat segera terjadi besok pagi.
Kok bisa tidak kiamat-kiamat juga? Apa Al-Quran bohong atau bagaimana?
Nah coba bandingkan dengan ayat lain, misalnya ayat berikut ini :
إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا وَنَرَاهُ قَرِيبًا
Sesungguhnya mereka memandangnya jauh, sedangkan kami memandangnya dekat (QS. Al-Ma’aarij: 6-7)
Ini semua terkait dengan teori kenisbian waktu. Dimana pada satu dimensi, waktu seolah berjalan normal, padahal di dimensi yang lain, waktu sudah berlalu beratus tahun lamanya.
Sayangnya semua ini hanya sebatas fakta dan fenomena dalam Al-Quran, namun secara teknologi belum terbayangkan apalagi digapai.
Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *