by

Erdogan dan Putin

 

Gullen menganggap ia dikambinghitamkan. Tapi dalam dunia politik, sebagaimana yang dinukilkan oleh sejarah, “kambing hitam” diperlukan. “Bagaimanapun juga, Altintas adalah pengikut anda”,demikian kira-kira kata Erdogan. Ini menjadi amunisi tambahan bagi Erdogan untuk membumihanguskan sisa-sisa Gullenisme di negeri kaya sejarah Islam tersebut. Dengan bantuan “kamerad” Putin, tentunya Erdogan akan lebih leluasa untuk melakukan hal itu.

Setelah menembak mati Duta Besar Rusia itu, Altintas meneriakkan kata-kata Aleppo ….. Aleppo. Tak perlu analisis panjang tentang hal ini. Mungkin Altintas kecewa pada Erdogan. Bagi Altintas, Aleppo yang berhasil dikuasai oleh Bashar Al-Assad, tidak terlepas dari dukungan besar Rusia (Putin). Padahal, selama ini, Erdogan berkepentingan untuk menjatuhkan Bashar Al-Assad. Altantis mungkin ingin mempermalukan Erdogan.

Dan …… bagi Erdogan, ini akan menjadi momentum terbaik untuk “mengaitkan kelingking” lebih erat dengan Putin. Karena itu, Putin bereaksi “sepantasnya”, walau dia marah. Putin akan menancapkan pengaruhnya lebih besar di Turki, tersebabkan Erdogan begitu kecewa dengan Amerika Serikat karena Gullen justru tidak diserahkan kepadanya.

Lalu ?
(Kemungkinan) dalam beberapa bulan ke depan, konflik Suriah akan berakhir. Putin dan Erdogan sedang menaikkan daya tawar mereka untuk mengkapitalisasi keuntungan politik sesuai dengan kepentingan mereka masing-masing. Tak ada yang gratis dengan “bertaut” nya kelingking mereka. Erdogan betul-betul politisi ulung. Hehehe. Kita saja yang menganggapnya “pemimpin yang tanpa cacat cela”.

Bisa jadi, dalam beberapa bulan ke depan, Erdogan akan bertemu dengan Bashar Al-Assad, kawan akrab Putin yang kini telah menjadi kawan akrabnya. “Who get what, how and when”, kata Harold Lasswel.

“Sesederhana itu, bung?”, kata seorang kawan.
Tidak. Analisis bisa banyak. Paradigmatik. Tapi terkadang, kita bisa “menginap-inapkan” apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, bahwa ……. “hidup itu sederhana, tafsirannya saja yang rumit-rumit”. Erdogan dan Putin itu …… politisi bung !. Termasuk ketika ia mengatakan di beberapa media dalam tiga bulan terakhir bahwa, “kerjasama politik dengan Cina/RRT jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan Uni Eropa” …….. haiyyyyyya !

: Wallahu a’lam.
Hanya Allah Yang Maha Tahu.

(foto : copyright JakartaGreater.com)

 

Sumber: Facebook M Ilham Fadli

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed