Einstein dan Indonesia

Melalui pesawat Enola Gay…, pada tanggal 6 Agustus 1945…, Little Boy menghujam dengan ledakan dahsyat di kota Hirosima…; dan disusul tanggal 9 Agustus 1945…, Fat Man menghujam dasyat lagi di Nagasaki.

12.900- 22.600 penduduk jepang menjadi korban tewas dalam serangan ini…, hingga memaksa Kaisar Hirohito menyerah tanpa syarat pada Pasukan Aliansi sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.

Sementara itu di belahan sisi dunia lain…, yaitu di Hindia Belanda…, pada tanggal 16 Agustus 1945 para pemuda yang diprakarsai Soekarni…, Wikarna…, Aidit…, dan Chaerul Saleh setelah mendengar melalui siaran radio tentangg penyerahan jepang…, berinisiatif untuk menculik Soekarno Hatta untuk diamankan di Rengas Dengklok.

Mereka mendesak Soekarno Hatta untuk mengumumkan PROKLAMASI BERDIRINYA NEGARA INDONESIA (mengingat saat itu Indonesia dibawah dominasi Jepang).

Setelah melewati proses konflik argumentasi…, maka pada tanggal 17 Agustus 1945…, Sang Proklamator mengumumkan Kemerdekaan Indonesia di lapangan Pegangsaan timur no 56…, jam 10.00 WIB.

Dan perjuangan tersebut berlanjut untuk mempertahankan status quo Kemerdekaan Indonesia…, namun perjuangan ini terasa berbeda dan jelas…, karena proklamasi sudah mendasarinya.

Di belahan Amerika…, tepatnya di Princeton, New Jersey ( US)…, dua fisikawan jenius Albert Einstein dan sahabatnya J. Robert Oppenheimer tertunduk lesu…, dan mengumumkan penyesalannya karena dahsyatnya korban yang timbul akibat senjata mematikan ( Bom Atom) itu didasari atas teori ilmiahnya.

Secara kenyataan…, perang dunia 2 ini kejam dan terkutuk…, terlebih Bom Atom menodainya.

Tapi coba kita bayangkan…, jika Jepang tidak menyerah…, mungkin saja rakyat Indonesia yang sudah dilatih menjadi Heiho akan diperas dan diexploitasi sebagai bala bantuan tentara jepang dalam berperang melawan sekutu.

“Butterfly effect…., sebuah perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem taklinear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan di kemudian hari”.

Rahayu

(Trims om Ali Wahyudin As’ad & mbak Dyah J Soeharto…)

Sumber : Status facebook Buyung Kaneka Waluya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *