by

Dukungan Media Massa dalam Live Aksi 22 Mei

Dalam situasi kerusuhan yang melakukan pembakaran dan pengrusakan itu, apapun bisa terjadi. Aksi dibalik aksi bisa saja terjadi. Penumpang gelap yang menggunakan cara kotor menembak para perusuh dengan tujuan memprovokasi massa, sangat mungkin terjadi. Dan itu sudah diperingatkan oleh aparat keamanan sebelum demo berlangsung. Diharapkan agar niat melakukan demo di hentikan dan lebih focus kepada aksi konsitutional lewat Mahkamah Konstitusi. Namun kubu No. 02 tidak memperdulikan himbauan dari aparat keamanan. Bahkan terus membakar emosi massa agar tidak ragu melakukan aksi demontrasi dalam bentuk people power. Maka yang terjadi, terjadilah.

Kalau kini, kubu 02 mengatakan bahwa aparat keamana telah melakukan pelanggaran HAM terhadap pelaku demontrasi, saya rasa itu tidak tepat. Mengapa ? menjaga keamanan terhadap aksi demontrasi yang sedang berlangsung adalah tanggung jawab HAM aparat ke pada masyarakat. Karena kalau sampai aksi demontrasi sampai berujung chaos maka korban kemanusiaan akan lebih besar terjadi. Dan ini yang kena korban bukan hanya pelaku kerusuhan tetapi juga rakyat lain yang engga ikut kerusuhan. Korban akan lebih besar sampai berujung kepada perang sipil seperti yang terjadi di Suriah. Saran saya berhentilah memberikan pernyataan yang bias, yang bisa memprovokasi masyarakat. Engga ada gunanya. Karena publik bisa melihat proses antisipasi demontrasi itu secara “ live “

Semoga semua pendukung 02 mendengar seruan dari Prabowo agar mereka tidak lagi melakukan demontrasi dan focus kepada upaya perlawanan lewat MK. Apapun hasilnya , terimalah. Andaikan 02 tidak bisa memenangkan gugagatannya di MK, maka mari kita sambut Jokowi – Ma’ruf Amin sebagai pemimpin kita. Setelah keputusan MK keluar, tidak ada lagi kubu 01 dan 02, semua rakyat Indonesia. Jokowi presiden bagi semua. ” Sekali lagi terimakasih media massa yang telah menjadi saksi sejarah bagaimana Indonesia berjuang membela demokrasi dengan cara yang benar. Bravo TNI/POLRI” kata teman saya.

Penulis Erizeli Jely Bandaro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed