by

Drama Novel

Oleh : Karto Bugel

Sejatinya, Novel cs itu cuma “omdo”. Semua hal dia maknai sebagai peluru tapi ga pernah beneran bisa ditembakkan. Entah itu beneran peluru atau cuma peluru-peluruan yang ga pernah bisa meledak atau justru dia ga punya pistolnya, semua tersamar dalam riuh mulut penuh obral ancaman.Setelah dia dan kelompoknya tidak lolos TWK, bukan cuma sekali dia mencoba melawan. Dia sibuk mengumpulkan dalil tapi tak bergerak menggunakan dalil itu.Dia lebih senang framing…katanya,:

Dia akan menggugat dan hingga melaporkan Firly Bahuri ke Dewas KPK. https://www.jawapos.com/…/novel-baswedan-cs-akan-gugat…/

Dia dan kelompoknya akan gugat SK pembebasan tugasnya ke PTUN.https://www.tribunnews.com/…/novel-baswedan-dan-74…

Dia dengan kelompoknya akan melaporkan ke komnas ham atas tak lolosnya mereka pada seleksi CPNS tersebut.https://nasional.tempo.co/…/novel-baswedan-dan-pegawai…

Bukan tak mungkin opsi lapor ke pengadilan Internasional akan mereka lakukan bila ada koordinasi dengan Zonk. Bukankah dia dan boss nya pernah mencoba pilihan tersebut setelah kalah pada pemilu 2019 lalu?Omdo seperti itu ternyata bukan sekali ini saja terjadi, jauh sebelumnya, omdo yang lain pernah dia keluarkan.Ketika DPR RI dan Presiden melakukan revisi UU KPK dengan diterbitkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, tentang: KPK-RI, komplotan Novel Baswedan mengancam akan keluar. https://nasional.tempo.co/…/novel-baswedan-berencana…

Ketika undang-undang hasil revisi disahkan, Novel Baswedan mengajukan gugatan ke MK. Ketika gugatan ditolak MK-RI, komplotan Novel ternyata hanya bisa ribut dan tidak mau keluar, sesuai ancaman yang pernah mereka lakukan sebelumnya.”Sebagai seorang penyidik senior, bukankah seharusnya dia pandai membangun sebuah tuntutan? Kenapa semua data yang dia punya tak dijadikan landasan bagi gugatan?”Emang dia pintar membangun tuntutan? Jago nangkap orang dengan OTT, itu benar. Itu seperti tidak pernah membuat petasan, tapi dia yang membunyikannya. Kenapa?

Karena dia punya korek api, sementara Jaksa dan Kepolisian selalu harus minta ijin dahulu ketika harus memakai korek api tersebut. Penyadapan tanpa harus izin terlebih dahulu, dulu adalah salah satu kelebihan yang dimiliki KPK. Maka, tak heran bila kita sering dibuat kaget dan bersorak ketika mendengar letusan tersebut. Siapa yang jago? KPK gitu loh..!!”Trus kenapa pimpinan KPK masih bandel tetap tak pekerjakan 75 orang tak lolos TWK padahal perintah Presiden sudah jelas bahwa TWK tidak boleh menjadi dasar pemberhentian 74 karyawan KPK tersebut?

Bukankah pimpinan KPK telah merespon perintah tersebut? Bukankah setelah ada pernyataan dari Presiden, 24 dari 75 yang tak lolos diijinkan untuk ikut pembinaan?Bila masih ada 51 orang tetap dikeluarkan, itu karena raportnya benar-benar merah. Bila raportnya sangat merah, apa yang masih bisa diharapkan atas Perannya nanti selain kerusakan?Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, tentang: ASN, sangat jelas, ASN harus setia kepada Pemerintahan yang sah berideologi Pancasila, berlandaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka tunggal Ika.”Bagaimana dengan ke 51 orang tersebut?

“Bila BIN, BNPT, Badan Analisa Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI), Dinas Intelijen dan Dinas Psikologi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) telah mengatakan bahwa 75 orang itu tak layak, haruskah kita abai pada lembaga yang didirikan untuk peran tersebut?Jangankan hanya 24 yang kembali dapat diterima, bahkan jika 74 orang kembali diterima tapi tanpa ada nama Novel di sana, isu bahwa pemerintah tidak beres tetap akan mereka gaungkan…

RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed