by

Diapusi Koq Ga Kapok?

Oleh : Nyoto Raharjo

Penipuan demi penipuan berkedok agama terus saja terjadi di negeri paling agamis di dunia ini. Puluhan tahun sudah, penipuan demi penipuan yang mengusung nama agama, terus terjadi dan memakan korban yang tidak sedikit. Anehnya .. jika dalil-dalil agama dikutip untuk melabeli modus penipuan itu, orang-orang seiman berduyun-duyun masuk kedalam perangkap jebakan para penipu, orang-orang langsung terhipnotis oleh kutipan ayat-ayat suci yang dicomot oleh si penipu untuk menyempurnakan aksinya. Kasus Dimas Kanjeng, Gatot Brajamusti, investasi-investasi bodong berlabel agama, perumahan murah berkedok agama, pengobatan tradisional abal-abal, pasar dengan pembayaran uang Dinar, kasus Babi Ngepet yang pelakunya seorang ngustad, dll, dsb, dst ..

Banyak pula kasus-kasus kejahatan yang pelakunya “orang suci” ; korupsi, pemerkosaan, pelecehan sexual terhadap anak-anak, sampai “kisah asmara dua sejoli berbalut kesucian” yang dilakukan oleh dua tokoh besar sebuah ormas yang sekarang sudah dibubarkan oleh pemerintah, yakni MRS dan FH, juga tak ketinggalan berita yang masih hangat, tentang si pencari sandal dan pasangan check in nya LS, juga kisah pengumpulan dana sumbangan untuk membeli kapal selam dengan kotak-kotak sumbangan berlabel agama tertentu.

Masyarakat yang lugu telah berulang kali menyaksikan secara langsung berbagai kasus kejahatan yang disembunyikan dibalik nama agama secara amat gamblang, tapi mengapa masyarakat masih saja terjerumus kedalam jebakan para penipu, jika modus penipuan itu berkait erat dengan agama ? Banyak orang beragama, banyak orang pamer keimanan, namun sedikit sekali orang beragama yang berTuhan. Orang berTuhan tidak mudah tertipu melalui berbagai cara penipuan yang mengatas namakan agama, karena bagi orang berTuhan, Tuhan lah satu-satunya yang di sembah.

Tuhan lah satu-satunya yang dipercaya, satu-satunya Kuasa yang menjadikan seorang manusia jadi bijaksana, berpengetahuan luas, rendah hati, cerdas, jujur, sehingga tidak mudah masuk kedalam perangkap penipuan. Pendiri bangsa Indonesia telah menuliskan dasar negara kita, yang tertuang didalam Pancasila ; dimana pada poin pertama disebutkan : Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa Tuhan itu Esa, satu-satunya Tuhan bagi siapa saja, bukan Tuhan bagi satu agama saja. Orang yang percaya agama, belum tentu percaya Tuhan, dan orang yang percaya Tuhan belum tentu percaya kepada agama.

Orang yang percaya agama, belum tentu mengenal Tuhan. Karena Tuhan yang mereka kenal adalah tuhan hasil daripada penuturan orang lain, bukan atas pencariannya sendiri. Orang-orang yang beragama sebatas percaya omongan orang lain akan mudah tertipu, jika si penipu mengusung nama agamanya. Mereka sudah terlanjur percaya buta, bahwa tidak mungkin seseorang yang mereka percaya sebagai “orang suci”, akan tega menipu mereka. Mereka terlanjur percaya buta, bahwa orang yang sering berbicara tentang kesucian dan tentang Tuhan, akan sanggup melakukan perbuatan yang bertentangan dengan apa yang diajarkannya.

Terlalu lugu .. terlalu yakin .. terlalu menyanjung agama .. Sehingga lupa bahwa : tidak ada satu pun makhluk yang lebih licik daripada manusia. Inilah kesalahan paling fatal yang menjadikan mereka korban penipuan yang berlabelkan agama.

Sumber : Status Facebook Nyoto Raharjo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed