by

Dia Tetap Bersinar

Kami tak jumpa pada hari Minggu. Padahal masih banyak yang kepingin dibincang. Kami lalu mengungkapkannya via surat: dia menulis untuk saya, saya menulis untuk dia. Saya ingat warna kertas yang digunakan Muna: hijau muda. Sebelum berpisah pada Sabtu seusai jamuan senja, kami saling memberikan surat masing-masing

Surat itu kami baca pada hari Minggu. Saya menikmatinya sebagai rindu tak terucap dan kata tak terbunyikan, membiarkannya tetap seperti itu. Tak sekalipun kami bincang isinya saat kembali jumpa pada Senin pagi.

Pola komunikasi macam itukah yang sedang dijalani Ahok-AHY? Kalau ya, kenapa AHY membacakannya buat orang banyak? Bukankah itu harusnya kata-kata tak terucap?

Atau saya keliru? Apakah berarti AHY yang minta agar AHOK menulis surat yang isinya pre-redacted? Untuk apa?

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed