by

Demokrasi?

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Di China kalau anda masuk ke sosmed, anda boleh bicara apa saja bahkan bisa dengan mudah memperolok pejabat. Namun ketika anda mengetik dengan menyebut nama salah satu dari 9 anggota penguasa tertingi di China, maka otamatis anda signed out ( keluar dari situs anda sendiri ). TIga kali anda mencoba melakukan hal yang sama maka otomatis anda di block dari situs tersebut.

Dengan demikian kemananapun anda ingin menggunakan sosmed maka otomatis tidak bisa. Mau gunakan akun abal abal ( palsu)? Tidak bisa.! Mengapa? di china masuk keanggotaan sosmed harus mencatumkan nomor ID Card ( Nomor KTP). Verifikasi seperti layaknya verifikasi kartu kredit sehingga anda tidak bisa karang nomor kartu kredit orang lain sebagai anda sendiri. China inginkan sosmed sebagai wahana untuk berdiskusi secara cerdas dari kaum terpelajar. Sosmed bisa digunakan apa saja tapi jangan jadi provokator,apalagi menggunakan data palsu.

Pemerintah china, ingin rakyat menjadi agent negara sebagai pengawas pembangunan di wilayahnya masing masing.Bahkan ada anak tamatan SMU yang berhasil menjatuhkan sang bupati karena kemampuannya melakukan desk research terhadap penyebab banjir dan longsor di wilayahnya. Ini terjadi karena china memberikan akses kepada publik mendapatkan informasi real time melalui sistem e-government

Kemarin saya bicara dengan teman ,menurutnya di negara maju semua orang bisa mengakses internet untuk melakukan desk research. Berkat internet, pemahaman tentang suatu persoalan bisa sangat lengkap sekali.Karenanya media massa tidak bisa lagi dengan mudah jadi provokator. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pemilik akses internet terbesar didunia namun pemahaman sebagian masyarakat informasi masih sangat jauh. Sebagian besar pengakses internet lebih suka membaca berita dari media massa tanpa ada kemampuan standard desk research sehingga dapat dengan sangat mudah di provokasi oleh media massa online.

Hasil penelitian dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berita melalui situs online sudah mengarah menjadi mesin provokasi yang efektif untuk membuat ketidak stabilitan politik, apalagi issue yang dibawa adalah disintergrasi melalui dukungan kepada ISIS. Bagaimanapun pemerintah harus bersikap dengan tegas karena ini menyangkut lebih dari Rp.300 triliun dana fiskal yang dilempar ke sektor riel dengan agenda strategis.

Indonesia adalah negara demokrasi liberal. Anda boleh bicara apa saja di sosmed tapi kalau tujuan anda yang tidak ingin indonesia makmur, tidak ingin indonesia punya martabat, tidak ingin indonesia kuat dan mandiri maka Jokowi memang mimpi buruk. Karena apapun celoteh anda di sosmed pasti akan ada orang lain yang akan meluruskannya dan lambat namum pasti orang baik akan berkumpul dengan orang baik dan orang buruk laku akan terkucil meradang dalam keluh kesah yang tak sudah. Mau coba coba lakukan kekerasan ,siap siap masuk penjara atau mati konyol oleh team anti teror dari TNI /POLRI.

Anakku…jadikanlah dunia maya untuk mencerdaskanmu, mendapatkan ilmu dengan murah. Jadikan sosmed sebagai ajang interaksi berbagi ilmu dan rasa untuk hidupmu,karirmu, dan kesempatan mu mendapatkan peluang dan berkembang karena waktu. Sudahi menggunakan sosmed sebagai caramu melampiaskan kelemahan dan kebodohamu karena frustasi akibat gagal bersaing hidup secara terhormat sebagai orang terpelajar..baik baik selalu ya sayang..** (ak)

Sumber tulisan : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Sumber foto :sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed