Cita-Cita Kemerdekaan Itu Kedaulatan Rakyat Bukan Kedaulatan Militer, Kedaulatan Agama Apalagi Kedaulatan Komunis

Nah disini Saya akan membahas sedikit Mengenai kedaulatan Negara 

Kedaulatan merupakan kekuasaan penuh untuk mengatur segala hal yang ada dalam wilayah negara tanpa campur tangan negara lain. Dilansir dari Ecyclopaedia Britannica (2015), kedaulatan berasal dari bahasa Prancis, yakni Souverainete yang artinya kekuasaan. Istilah ini awalnya dipahami setara dengan kekuasaan tertinggi.

Sedangkan Kedaulatan Rakyat adalah teori yang menyatakan bahwa kekuasaan dalam suatu negara ada di tangan rakyatnya.

Oya sebelumnya saya Ingin bercerita pada tahun 2015 kebetulan saya mendapat tugas kantor ke Eropa Saya bertemu dengan Seorang turis asal Tiongkok  dia mengatakan bahwa kepergiannya ke Negara Eropa adalah dalam rangka rekreasi yang biayanya ditanggung oleh Negara , luar biasa!!  ternyata kedaulatan Rakyat disana Sudah sampai bisa membuat Rakyatnya pergi melancong ke mancanegara, sedangkan disini masih bisa ribut dengan upah nasi bungkus. 

Kita langsung saja ke Indonesia, kedaulatan Negara Indonesia tecantum dalam ideologi bangsa yang dinamakan Pancasila yang sudah disepakati para founding fathers Kita dibawah kepemimpinan Soekarno yang membacakan proklamasi Pada tanggal 17 agustus Tahun 1945  dan kemudian disepakatinya UUD 1945 sebagai konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia , kemudian timbul pertanyaan Kenapa tidak sejak 17 agustus 1945 kedaulatan rakyat Itu langsung dilaksanakan ?

Singkatnya Indonesia sejak tahun 1945 – 1963 mengalami revolusi fisik dan baru mendapatkan pengakuan utuh atas seluruh wilayah Indonesia pada tahun 1963 ditandai dengan kembalinya Papua atau Irian Barat. Bahkan Belanda dan PBB baru mengakui wilayah Indonesia seluruhnya diluar Irian Barat pada tanggal 27 desember tahun 1949 pada konfrensi Meja Bundar yang diselenggarakan di DenHaag. Itupun masih ada silang pendapat mengenai Papua dan Indonesia terus didera revolusi fisik hingga tahun 1963.

 Sebetulnya Bung Karno sudah merencanakan Indonesia menjadi negara demokrasi sejak tahun 1955 dengan diadakan ya Pemilu pertama bahkan gagasan beliau  mengenai Nasakom yang sering disalah artikan pun diikut sertakan dalam Pemilu jadi mustahil jika Indonesia akan dibuat sebagai negara Komunis fasis. (Saya tidak akan membahas disini).

Pada tahun 1965 terjadilah pengambil alihan kekuasaan oleh Jendral Suharto yang menghabisi seluruh ideologi kiri termasuk komunis dan faham manipol usdek Soekarno bahkan pancasilapun disalah artikan (hal ini sudah Pernah Saya tulis dalam tulisan Saya sebelumnya) kemudian pada Masa Orde Baru Indonesia menjadi rezim militer fasis yang anti demokrasi dimana Pemilu dan  demokrasi hanya merupakan perayaan seremonial untuk kembali melantik Suharto menjadi Presiden .

 Pada tahun 1998 Setelah jatuhnya Suharto barulah Indonesia memasuki era reformasi, itupun kedaulatan rakyat belum sepenuhnya bisa dirasakan karena Masih ada usaha-usaha untuk mengembalikan Indonesia kepada Fasisme dengan konspirasi para elit politik.

Kedaulatan Rakyat pada hakekatnya adalah kekuasaan yang tertinggi ditangan rakyat dan tentunya rakyat berhak atas semua sumber kekayaan yang diatur oleh Negara kemudian  pemerintahan dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Rakyat mempercayakan kepada para wakil rakyat yang dianggap amanah untuk memperjuangkan Hak individunya.

Hak individu yang utama adalah seberapa jauh pemerintah mampu memenuhi kebutuhan manusia Indonesia sesuai kebutuhannya seperti telah  uraikan terlebih dahulu diatas. 

Semakin maju kehidupan individu semakin terlihat bahwa rakyat berdaulat apalagi untuk kondisi Indonesia yang begitu kaya raya sumber alamnya.

Kita lihat banyak sekali cara-cara yang dilakukan elit politik untuk.mengkhianati kedaulatan Rakyat dari mulai terus memprovokasi Rakyat untuk membencj Pemerintah yang dipilih secara san dan demokratis hingga sentimen soal agama dengan berusaha mengembalikan Fasisme di tanah air. 

Dan Sebenarnya Itulah yang harus dilawan termasuk sentimen agama yang dipergunakan sebagai politik Itu tujuannya tidak lain untuk membangkitkan Fasisme padahal Ideologi negara Kita  sudah jelas Pancasila yang mengakui kebhinekaan dan membuat Rakyat berdaulat.

Padahal sebelumnya angkatan 45 yang berjuang untuk kemerdekaan menilai individualitas adalah hal utama. 

Dalam novel atau puisi angkatan 45 kita bisa merasakan semangat perjuangan, semangat untuk membangun negara supaya manusia Indonesia bisa menjadi individu yang bebas. Tujuan perjuangan tersebut bukan membangun persatuan di mana individu dilenyapkan jadi kelompok.

Ada perndapat murni dari sastrawan lama pada Masa Indonesia belum merdeka dan ketika Indonesia berada dalam cengkraman Fasisme Orde Baru.

Yang paling terkenal mungkin puisi berjudul “Aku” karya Chairil Anwar, sebuah puisi tentang individu yang siap berjuang sebagai individu dan tidak sekedar menjadi bagian rombongan saja.

Sebenarnya, bukan negara atau bangsa saja yang merupakan fokus angkatan 45, tmelainkan individu. Indonesia dididik dengan janji atas kebahagiaan untuk semua masyarakat, suku, golongan agama dan ideologi yang ada di Indonesia ini yang begitu lama dijajah.

Karena kebanyakan Sudah mengetahui sajak Aku karya Chairil Anwar Saya Ingin menampilkan puisi 
 ”Jalan Tak Ada Ujung“ karya Mochtar Lubis. 
Yang ditujukan untuk menentang Fasisme saat pemerintahan Soeharto
“Ini adalah musik menyanyikan perjuangan manusia sebagai manusia.
Manusia seorang-seorang. 
Tahukah engkau maksud? 

Bagaimana harus aku terangkan? Perjuangan manusia yang bukan dalam gerombolan. 
Bukan salak serigala dalam kawanan yang melakukan pemburuan, tapi salak dan geram, sedu-sedan, dan teriak nyaring serigala seekor-seekor yang merebut hidup. 
Bagiku individu itu adalah tujuan, dan bukan alat mencapai tujuan. Kebahagiaan manusia 
adalah dalam perkembangan orang-seorang 
yang sempurna dan harmonis 
dengan manusia lain. 

Negara hanya alat. 
Dan individu tidak boleh diletakkan di bawah negara. 
Ini musik hidupku. 
Ini jalan yang tak ada ujung yang kutempuh. 
Ini revolusi yang kita mulai. 
Revolusi hanya alat mencapai kemerdekaan. 
Dan kemerdekaan juga hanya alat memperkaya kebahagiaan dan kemuliaan penghidupan manusia-manusia.”

Semoga masyarakat Indonesia makin cerdas dan tentunya bisa memuliakan dirinya dan memanusiakan manusia lainnya terus berjuang untuk kedaulatan rakyat dan kemuliaan individu jangan mau dibodohi oleh apapun termasuk Fasisme berbaju agama demi kemajuan dan kejayaan Indonesia.
Kedaulatan Rakyat harus berdiri di bumi Indonesia sampai kapanpun .

Salam Kedaulatan Rakyat

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *