Breaking News Soal PKI

Pertama, komunisme dikaitkan dengan ateisme. Hanya di “Endonesyah” komunis dianggap ateis. Padahal, banyak sekali ulama dan tokoh Muslim di Timur Tengah, Russia, Asia Tengah, dan Balkan dulu (dan kini) yang pro-Komunis. Di Yaman juga banyak ulama yang pro-komunis, termasuk sejumlah “habib” (tentang ini tunggu tulisanku di Deutsche Welle). Di Indonesia dulu juga ada tokoh-tokoh Muslim yang bergabung di komunis. Yang populer adalah Haji Misbach, seorang aktivis dan penceramah, yang dikenal dengan sebutan “Haji Merah”.

Kedua, kalau anti-Orde Baru dianggap pro-komunis karena mereka beranggapan kalau OB-lah yang menghancurkan komunis. Padahal, OB dulu bukan hanya menghancurkan komunis tapi juga kelompok Islamis, nasionalis, separatis, dan “SARA-is”. Dan yang anti-OB banyak sekali dari berbagai faksi sosial-politik dan kelompok agama dan etnis.

Ketiga, pro-Jokowi dianggap pro-komunis. Yang ini lebih ndobol lagi. Lebih ndobol daripada entok dobol.

Hanya “kaum ndobolimin” dan “ndobolimat” dari spesies codot dobol saja yang hobi main isu dobol begituan.

 

(Sumber: Facebook Sumanto Al Qurtuby)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *