BPJS

Whaaattt? Seriously? Come on, you must be joking! Pokoknya gitu deh ekspresinya
Semua hormon hormon yang bikin kesal hilang, kortisol dan hormon negatif lainnya lenyap seketika.
Saya setengah tidak percaya, terlebih pengalaman buruk sekitar tahun 2012, harus membiayai operasi siku adik kedua sebesar 38 juta (ini serasa dipalak, diancam, ditakut-takuti dan diperas oleh banyak oknum, tapi kita semua sudah move on – lebih baik energi otak dialihkan ke tempat lain).
Oke urusan bayar-bayar sudah beres dan lega. Sekarang bisa fokus ke pemulihan pasca operasi bapak dan tentunya fokus ke pekerjaan generasi Sandwich yang juga generasi milenial.
Tentunya sekarang rajin bayar BPJS. Heheheh..
Q: Lah kan BPJS merugi, denger-denger katanya salah Jokowi ya?
A: Ya elah, bagi negara BPJS itu bukan profit center tapi cost center. Uang yang dikumpulkan dari iuran sekitar 88T dan pengeluaran buat membayar sakit-sakit macam cerita saya sekitar 95T. Defisit 7T diambil dari APBN. Artinya negara membantu rakyatnya membayar tagihan kesehatan melalui BPJS. Makanya bayar BPJS yang rajin.
Q: Terus kita harus berterima kasih sama Jokowi gitu?
A: Mohon jangan kait-kaitkan dengan pilpres ya. BPJS adalah program pemerintah semenjak tahun 1990 an (dulu namanya ASKES). Mulai dari pak Harto, bu Mega, Gus Dur, pak SBY dan pak Jokowi harus diberi ucapan terima kasih (termasuk para cerdik pandai dibelakang beliau-beliau).
Yang perlu kita awasi adalah penggunaannya, jangan sampai uang yang terkumpul hingga puluhan triliun ini dikorupsi oleh tikus-tikus kantor.
Jika nanti ada surplus, bolehlah dipakai oleh negara untuk keperluan lain seperti bangun RS baru, beli alat-alat kedokteran baru, upgrade qualitas SDM dst.
Note: sekarang rakyat miskin iurannya dibayarkan oleh negara melalui program JKN-KIS dan penerima namanya PBI (Penerima Bantuan Iuran). Jumlahnya bisa dilihat di website BPS, jangan liat di blog abal-abal.
Q: Apakah BPJS program sempurna?
A: Jelas tidak sempurna sama sekali. Masih banyak yang harus dibenahi seperti tunggakan yang belum/lambat dibayar hingga 5T, peserta yang tidak membayar tepat waktu dan mekanisme lainnya yang terkesan ribet.
Q: Ini kampanye pilpres ya?
A: Gak banget, karena saya pendukung mas Agus AHY yang gagah dalam arti sebenarnya. Dan ini gak ada hubungan dengan pilpres. Ini adalah program pemerintah, siapapun pemimpinnya (guru wisesa) wajib didukung.
Q: Apa kepanjangan dari BPJS
A: Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita.
CLBK (Chat Lama Beli Kagak). #apasih
Q: Ada pesan terakhir?
A: kayak film kungfu aja, pakai pesan terakhir. Tapi okelah; Untuk semua generasi produktif milenial, jika sudah menghasilkan materi secara “cukup” – tidak ada ruginya membayar BPJS secara teratur. Jika tidak dipakai sendiri, mungkin ada saudara-saudara kita di belahan pulau lain yang akan terbantu.
BPJS “Dengan Gotong-Royong Semua Tertolong”.
P.S. saya kasi screenshot biar gak dibilang hoax. Dan tagihan-tagihan pasca operasi juga ditanggung oleh BPJS hingga sekarang.
Kalo ada yang nanya ngapain di Chernobyl, tolong kasi tahu saya sedang ngumpulin Uranium buat bikin PLTN.
 
Sumber : Status Facebook Putu Artana

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *