by

Bipang Ambawang dan Belanja Online

Oleh : Mas Haryo Notonegoro

Saya mencoba menanggapi berita yang saat ini sedang viral di berbagai media mengenai perkataan bapak Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat berbelanja secara online dimasa pandemi ini dan menyebut banyaknya makanan kuliner khas daerah yang bisa dipilih dan dipesan secara online dan salah satunya beliau menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner daerah…

Dan hal tersebut menuai banyak kecaman dan protes dari sebagian kalangan masyarakat dengan berbagai macam alasan… salah satunya bahwa Bipang adalah makanan haram dan mengapa disaat bulan ramadhan dan momen menjelang lebaran justru menyarankan membeli oleh-oleh yang masuk kategori makanan yang diharamkan bagi umat muslim…

Kita sama2 tau bahwa negara kita adalah negara yang majemuk..dengan berbagai macam agama dan aliran kepercayaan.. suku.. bahasa dan adat istiadat yang berbeda2… termasuk dalam hal keyakinan dan kepercayaan… bukan hanya umat muslim saja… kita adalah negara yang ber Bhineka Tunggal Ika…Selanjutnya Presiden pun tidak menyarankan umat muslim untuk membeli apalagi mengkonsumsi atau sekedar buat oleh2… beliau hanya menyampaikan dan menegaskan tentang pentingnya belanja online di masa pandemi dan salah satunya menyebut Bipang Ambawang adalah bagian dari produk kuliner yang menjadi salah satu kearifan lokal yang ada dibelahan bumi Nusantara… dan berharap bisa mengangkat roda perekonomian para pelaku2 usaha mikro kecil dan menengah di daerah terutama untuk bisa bertahan di dalam masa pandemi ini…

Kemudian jika kita melihat kalender pada bulan Mei 2021 ini kita juga tidak hanya memperingati hari raya Idul Fitri..tetapi juga berbarengan dengan perayaan hari raya keagamaan sodara2 kita umat Kristiani yaitu Kenaikan Isa Al Masih yang jatuh pada tanggal 13 Mei.. serta perayaan hari raya Waisak pada tgl 26 Mei 2021….Jadi dimana letak kesalahan Presiden dalam hal ini selain sentimen pribadi yang berkuasa dalam hati….

Sebenarnya sederhana saja.. jika sudah mengetahui bahwa Bipang atau apapun nama makanan itu haram tidak usah dibeli apalagi dimakan… selesai..Indonesia bukan hanya petamburan..Bukan hanya milik FPI dan HTI.. tetapi milik seluruh warga negara Indonesia dan kita semua mempunyai hak yang sama dalam segala hal… tanpa membeda2kan… mendiskriminasikan.. bahkan memprioritaskan salah satu golongan atau kelompok… kita semua sama antara satu dengan yang lain.. dan itu pun tertuang dalam konstitusi dan Undang Undang yang berlaku di negara kita …

Dan bukankah kekuatan iman seseorang justru akan teruji tatkala kita bisa menghindari sesuatu yang dilarang oleh ajaran agama….?Babi dan anjing bukan diciptakan oleh agama.. Tetapi Allah lah yang menciptakan dengan segala kuasa NYA termasuk untuk menguji seberapa besar kadar keimanan seseorang yang menganut ajaran dan keyakinan itu…Mengapa sekarang justru diputar balikkan.. ketika menipu dibilang amanah dan toleransi justru dibilang sesat dan kafir…Yang memaki… menghina..marah2.. dan tukang fitnah justru dibilang ustadz dan ulama…

Sebagai penutup saya ingin sampaikan sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa…Jadi orang itu.. ojo gumunan.. ojo kagetan..ojo aleman….Biasa saja….Salam…

Sumber : Status Facebook Mas Haryo Notonegoro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed