by

Bijak Dalam Memberantas Korupsi

5. Lebih salah lagi apabila ada orang yang sudah ada di suatu institusi hukum yang dianggap “bersih”, lalu memandang semua orang yang ada di institusi hukum lain secara under-estimate. Kalau demikian, orang ini tiada beda dengan fenomena “hijrah” saat ini di mana dia memasang garis demarkasi hitam putih antara dia dengan orang yang beda sambil merasa paling bersih dan melihat lawannya sebagai orang kotor.

6. UU KPK bisa dikuatkan maupun dilemahkan, tentu juga bisa dibiarkan ataupun direvisi. Selama NKRI masih berdiri, “eksperimentasi” bisa dilakukan. GBHN yang dulu dimatikan katanya mau dihidupkan lagi. Jangankan UU, UUD saja bisa diamandemen. Jadi silakan “bereksperimentasi”, asal dengan ketulusan dan wawasan luas. Kalau tidak tulus apalagi dengan wawasan sempit, mari kita doakan agar lahir “kutukan” baginya dan anak cucunya mengenangnya dengan pedih, perih, dan malu.

7. Akhirnya, yang harga mati hanya NKRI. Pihak yg menolak revisi maupun yang menginginkan revisi teriaknya jangan harga mati, tapi harga nego alias harga musyawarah untuk mencapai titik temu terbaik.
****

Renungan saya bisa salah, silakan dikritisi dan dibenarkan

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed