by

Betapa Kuatnya Umat Islam di Negara Kita, Seandainya Mau tolak Freeport…

Dan seharusnya, inilah waktu kita menunjukkan kecintaan kepada negara dengan memberikan dukungan moril supaya pemerintah tetap konsisten pada pendiriannya.

Seharusnya mulai muncul poster2 perlawanan di media sosial supaya kita “ganyang Amerika”.

Seharusnya juga ada mobilisasi massa atas nama umat Islam – sebagai agama terbanyak di Indonesia – dari seluruh Indonesia. Masjid2 mengumandangkan takbir penuh patriotisme dan kotbah2 Jumat diisi dengan nada berapi2 sudah saatnya kita berdiri di atas kaki sendiri.

Seharusnya juga pesantren2 di seputaran Jakarta mengirimkan santrinya untuk longmarch sebagai bentuk perlawanan terhadap kesombongan Amerika.

Seharusnya juga Aa Gym berdoa di twitter mendoakan pemerintah supaya jangan takut umat Islam dibelakang mereka. Atau naik kuda ala panglima Diponegoro dengan pose gagah.

Seharusnya Tengku Zulkarnaen mulai marah2 di twitter membakar semangat umatnya. Seharusnya juga KH Maruf Amin dan jajarannya di MUI mengeluarkan fatwa wajib hukumnya membela negara.

Seharusnya Habib Rizieq berada di podium bagai singa mengaum menggelorakan semangat kaum muda. Shalat subuh berjamaah di seluruh wilayah digerakkan untuk menunjukkan kekuatan umat Islam di Indonesia.

Seharusnya juga ustad Arifin Ilham mengajak umat berzikir dengan suara serak2 basah untuk keamanan Indonesia. Ustad Yusuf Mansur seharusnya membuat video di Instagram dengan mimik marah, “Freeport jangan ditiru ya nak, jangan ditiru !”

Dan seharusnya Monas dikelilingi lautan 7 juta manusia menggertak Amerika supaya patuh pada hukum di Indonesia.

Seharusnya begitu, Amerika adalah lawan yang sepadan untuk itu.

Sayangnya, mereka semua hanya berani berhadap2an dengan hanya seorang Ahok saja.

Hanya dengan seorang Ahok saja..

Bah ! Amerika bisa ketawa ngakak kalau mereka tahu. Donald Trump pasti sedang taruhan ma wakilnya, “Demi rambut palsu, kirimkan seorang Ahok lagi kesana, hancurlah Indonesia..”

Meski pait, kopi terpaksa harus diseruput dulu..**

Sumber : facebook Denny Siregar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed