by

Berurusan dengan Pajak

Oleh : Ary Sudiargo

Aku pernah sekali teledor terlambat membuat laporan pajak di tahun 2016. Aku pikir nanti saja, males kalo sekarang dll trus akhirnya terlambat sehari membuat laporan pajak. Beberapa bulan kemudian datanglah surat cinta dari kantor pajak bahwa aku terlambat membuat laporan pajak. Karena keteledoranku itu aku didenda 100 ribu rupiah. Bangsat, telat sehari saja kena 100 ribu.

Nah kemudian, beberapa bulan kemudian ada datang lagi surat cinta dari kantor pajak memberitahu aku bahwa aku telat bayar pajak. Aku emosi dong, kan aku sudah bayar denda kok masih dapat surat cinta lagi. Besoknya aku ke kantor pajak tanya soal surat cinta itu. Setelah nunggu antrian agak lama, akhirnya aku dilayani. Kata petugasnya “ini supaya bapak tidak mengulangi lagi ….”. Dengar omongan kaya gitu aku tambah emosi sampai aku bilang “kamu bikin surat suratan kaya orang pacaran saja. Trus kamu ngomong begitu kaya wajib pajakmu ini pengangguran yang mau antri sejam trus denger ocehan gak penting kaya begitu.” Kata si petugas di loket itu sebenarnya ada kesalahan karena aku sdh dapat surat panggilan yang pertama dan surat yang kedua terkirim juga karena petugasnya mengira aku belum dikirimi surat.

Kantor pajak itu sibuk banget mungutin pajak dari kita semua seperti rakyat ini berhutang kepada rentenir abang panci tapi nggak pernah sukses berusaha untuk membereskan kinerja internalnya. Coba bayangin kalau anaknya rafael yang namanya mario itu nggak gebukin si david sampai sekarat, trus netizen nggak nyinyir tentang si mario yang suka flexing, apa kantor pajak bisa mendeteksi kejahatannya si rafael yang sudah berlangsung bertahun-tahun? Ya nggak mungkin bisa. Karena buktinya kantor pajak memang tidak bisa mendeteksi kecurangan karyawannya.

Bayangkan ada institusi yang umurnya sudah setua republik ini tidak becus mendeteksi kecurangan karyawan yang punya puluhan rekening dan dana ratusan milyar. Berapa karyawan lagi yang tidak terdeteksi kecurangannya, berapa rekening dan berapa milyar rupiah lagi yang diselewengkan? Kalau ada intitusi hanya bisa mendeteksi kebobrokan karyawannya karena si karyawan ceroboh dan dibantu oleh netizen yang awam soal perpajakan, itu artinya pajak negara kita memang dikelola oleh para amatiran.

Sumber : Status Facebook Ary Sudiargo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed