by

Bertakbir

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Teman-teman, untuk amal ibadah seperti salat, puasa, zakat, haji, jihad, amar makruf nahi mungkar dan lain-lain kita banyak temukan perintahnya yang tersebar dalam ayat-ayat Alquran. Namun pernah tidak terpetik dalam benak kita, apa perintah untuk takbiran dan salat id keesokan harinya juga ada dalam Alquran? terlebih lagi jika disebut Idul Fitri adalah hari raya bagi umat Islam…

Setidaknya ada dua ayat yang disebut mengarah kepada perintah untuk takbiran dan Idul Fitri.. Pertama, surah Albaqarah ayat 185. Di ayat yang lumayan panjang ini disebutkan beberapa hukum puasa, dan dibagian akhirnya disebutkan وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ (cukupkanlah bilangannya, maksudnya berpuasalah sebulan penuh selama Ramadan itu). وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ (dan besarkanlah Allah maksudnya adalah bertakbirlah untuk mengagungkan Allah) dan عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ atas hidayah yang diberikan padamu, maksudnya kita telah diberi petunjuk untuk menjalankan ibadah Ramadan dengan baik, telah diberi hidayah Islam dan lain-lain. وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (supaya kamu bersyukur).

Mufassir menyebutkan, kalimat penghujung dari ayat 185 ini berkaitan dengan perintah takbiran. Yaitu setelah kita menggenapkan puasa, maka diminta untuk walitukabbirullah, besarkanlah, agungkanlah Allah… intinya ya takbiranlah… yang takbiran ini disebut sebagai ekspresi kesyukuran atas hidayah Allah, yang berupa petunjuk dan taufik telah menjalani ibadah Ramadan dengan baik…

Selanjutnya dalil takbiran dan salat Id usai Ramadan ada pada surah al-A’la ayat 14 dan 15.قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ (sungguh beruntung orang yang mensucikan dirinya)وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ (menyebut nama Tuhannya, lalu dia salat)seseorang bertanya kepada Imam Shadiq as mengenai maksud/tafsir dari qad aflaha mantazakka.

Beliau as menjawab, “mensucikan dirinya adalah yang mengeluarkan zakat fitrah, maka dia beruntung”. Kemudian ditanya lagi, “terus maksud dari wadzakarasma rabbihi fashalla?” Dijawab, “maksudnya pergilah ke tanah lapang, lalu salatlah…” (man laa yahdhuru al faqih, jld.1, hadis: 1474)Berdasar penjelasan dari Imam Shadiq as di atas, maka mufassir menegaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan perintah takbiran dan salat Id.

Disebutkan, beruntunglah orang yang mensucikan dirinya, yang dimaksud adalah mereka yang berpuasa (mensucikan jiwanya) kemudian mengeluarkan zakat (mensucikan hartanya) maka adalah orang yang beruntung….menyebut nama Tuhannya adalah mereka yang melakukan takbir, tahmid dan tahlil lalu dia salat, salat yang dimaksud adalah salat idul fitri… Ada satu ayat lagi, yang digadang-gadang juga berkaitan dengan Idul Fitri…. yaitu surah al-A’raf ayat 31. Allah swt berfirman, “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki masjid, makan minumlah tapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Meski banyak mufassir, menyebut ayat ini berlaku secara umum, bukan khusus untuk salat id, artinya untuk salat berjamaah lima waktu di masjid pun, ditekankan untuk mengenaikan pakaian yang bagus, namun ketika dikaitkan dengan lanjutannya yang mengingatkan untuk jangan berlebihan makan dan minum, maka disebut ayat ini berkaitan dengan salat id… sebab dengan melihat makna Idul Fitri yang artinya hari raya makan-makan, maka jadi klop….So, saudara-saudara muslim semua, selamat merayakan malam takbiran… selamat berlebaran…selamat mengenakan baju bagus (tidak harus baru), dan ingat makan nastar lebarannya jangan berlebihan…

maaf lahir batin…

Sumber : Status Facebook –Ismail Amin Pasannai

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed