by

Berhijab Koq Dianggap Hijrah

Menariknya, banyak kaum Muslimah Alawi di Suriah malah tidak berhijab karena menganggapnya tidak wajib. Foto di bawah ini adalah salah satu contoh kecil perempuan Kristen Arab di Bethlehem dengan pakaian tradisional mereka.

Bukan hanya itu saja. Orang berhijab itu motivasinya cem-macem: ada yang karena sungkan atau malu dengan saudara, teman, tetangga, mertua, menantu; ada juga yang terpaksa memakai karena ikut-ikutan rombongan di klub pengajian; yang lain memakai hijab karena mengikuti tren zaman saja; yang lain lagi memakai hijab karena ingin pamer desain hijab modis teranyar; ada pula yang berhijab sebagai “kamuflase” untuk menutupi dan mengelabui “perilaku yang sebenarnya”. Misalnya, banyak tuh perempuan tlembuk atau begenggek yang berhijab. Banyak juga perempuan-perempuan koruptor busuk yang berhijab. Terus hijrah kemana mereka?

Jadi, mau berhijab silakan saja bebas merdeka karena itu hak berbusana masing-masing individu tetapi tak perlu berimajinasi atau berkhayal yang aneh-aneh: supaya lebih Islami-lah, lebih syar’i-lah, “lebih hijri”-lah, “lebih hidayati”-lah, dlsb.

Kualitas keberimanan dan keberagamaan seseorang itu bukan diukur dari pakaian tetapi dari hati serta perilaku individual dan sosial mereka. Saya sendiri berpendapat, di ruang publik, menutup rambut kepala itu penting-nggak penting. Kalau menutup jembut baru penting

Sumber : Status Facebook Sumanto Al Qurtuby

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed