Berderma dengan Plasma

Ada cerita satu rekan kerja saya yg sudah donor 2x, tapi sewaktu mau donor yg ketiga ternyata hasil swabnya positip. Waktu itu tidak dapat dipastikan apakah itu terjadi reinfeksi ataukan sisa virus yg lama, namun rekan saya saat itu tidak ada gejala sama sekali. Meskipun demikian dia karantina selama 2 minggu, sebelum kemudian dinyatakan kembali negatif.
Okay, anggaplah calon pendonor sudah bersedia diswab dan hasilnya pun negatif, apakah sudah bisa memenuhi kriteria?
Belum juga.
Setelah itu akan diambil sampel darahnya untuk diuji kadar titer antibodi covid. Apakah jumlahnya cukup sebagai imunitas melawan covid atau tidak.
Kebetulan ada dua orang rekan kerja saya, yg lolos sebagai calon pendonor plasma, namun ketika dicek kadar titer antibodinya dinyatakan gagal. Karena jumlahnya terlalu sedikit, padahal mereka baru 2 mingguan sejak dinyatakan sembuh (swab negatif).
Entah mengapa bisa begitu, karena teorinya antibodi covid bisa bertahan dalam tubuh seseorang hingga beberapa bulan. Ada yg bilang bisa sampai 4 – 6 bulanan bahkan ada yg bilang lebih lama.
Tapi ada juga rekan kerja saya satu orang perawat yg telah berdonor hingga 6 kali sampai dinyatakan titer antibodinya cukup untuk dirinya sendiri. Ia donor sebulan sekali, dan selesai persis di bulan ke 6.
Selain semua alasan di atas, juga karena kurangnya informasi seputar donor plasma. Meskipun kami sudah merawat ribuan pasien di rumah sakit dengan covid 19 dan banyak yg dinyatakan sembuh, namun kami tidak punya waktu khusus untuk follow up agar mereka bersedia untuk donor.
Bila saja ada yg mengambil alih fungsi dan tugas untuk edukasi donor plasma kepada para penyintas covid 19, tentunya akan lebih banyak yg terinformasikan. Sebab info tersebut lebih tepat sasaran bagi yg sudah punya riwayat survive dari covid 19, kebanyakan dari mereka telah menyelesaikan perawatan di rumah sakit, baik rs rujukan ataupun rs darurat dan lapangan.
Mengapa membutuhkan terapi plasma? banyak kok yg lain sembuh tanpa harus ditranfusi!!
Iya memang betul, tidak semua pasien membutuhkan terapi plasma, hanya kondisi tertentu saja yg dianggap memerlukan. Keputusan seseorang perlu diberi terapi plasma ataupun tidak adalah keputusan tim dokter penanggung jawab.
Ada yg berhasil, namun ada juga yg tidak. Semuanya masih dalam tahap pengamatan dan penelitian. Sampai saat ini memang belum ada terapi definitip untuk covid 19, namun terapi plasma merupakan salah satu pilihan terapi yg dianjurkan.
Kalau semua sudah diimunisasi, apakah terapi plasma masih dibutuhkan? Apakah semua orang yg sudah diimunisasi bisa menjadi donornya, secara mereka sudah mempunyai antibodi?
Itu yg saya tidak tahu….
Tapi bila ada yg membaca tulisan ini dan telah dinyatakan sembuh dari covid, mudah mudahan bisa tergerak hatinya untuk ikut berdonor. Siapa tahu dapat membantu mereka yg membutuhkan, karena akhir2 ini saya mendapatkan begitu banyak pesan di WA yg meminta pertolongan.
Terima kasih*
*mohon maaf bila ada kurangnya tulisan ini, dan bila ada yg kurang tepat dapat dibantu untuk koreksi,
Sumber : Status Facebook Addison Rousdy

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *