by

Benarkah Mencela Perbuatan Orang yang Sudah Meninggal, Dilarang?

Oleh : Ghozali Muhammad

Banyak kadrun dan umat islam terpengaruh kadrun memakai hadist sahih larangan mencela mayat.Padahal perintahnya jelas dilarang mencela “mayat” artinya mencela jenazah. Bukan melarang mencela kelakuan alm semasa hidup.Kebiasaan orang arab dan padang pasir mencela mayat, misalnya mayat disalib di tengah kota, mayat diseret kuda.

Mayat dilempar ke sungai bahkan mayat dicincang,dimakan dan dibiarkan di jalan.Kelakuan ISIS melindas mayat dengan tank lalu memvideokan masuk kategori memcela mayat. Termasuk mencela mayat adalah membunuh orang-orang PKI dan memajang kepalanya di jalan raya.Hussain bin Ali bi Abu Thalib, cucu Rasululloh kepalanya dipenggal oleh tentara Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan adalah mencela dan menghina mayat.

Surat Al Lahab yang menceritakan Abu Lahab dan istrinya sebagai tukang fitnah itu bukan mencela mayat Abu Lahab tapi mencela kelakuannya semasa hidup.Sejarah menulis kelakuan buruk manusia bukan kategori mencela mayat. Bahkan saat ini orang barat yang dianggap kafir melarang memotret dan memvideokan kekejaman pada mayat.Menulis kelakuan Ayah Naen semasa hidup bukan termasuk mencela mayat.

Bahkan Rasululuh mencontohkan bahwa siapa pun yang merasa dianiaya, didzolimi dan dirugikan oleh alm bisa menyelesaikan dengan ahli warisnya.Kita harus belajar dari kelakuan manusia yang baik kita tiru yang buruk kita hindari.Memandikan ,mengafani dan menyolatkan dan menguburkan jenazah adalah wujud memuliakan mayat. Mengafani dengan kain sederhana itu hanya sekedar kepraktisan belaka dan murah.Mari belajar agama dengan benar.

Sumber : Status Facebook Ghazali Muhammad

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed