by

Beda Jokowi dengan Ganjar

Oleh: Josef H Wenas

Sekalipun narasi politiknya sama, yaitu sama-sama membela keberagaman NKRI, namun track record Ganjar bagaimanapun tidak seperti Jokowi. Tepatnya, tidak sebersih Jokowi. Itu fakta.

Suatu kasus pidana itu bisa dibuka kembali kalau di kemudian hari ternyata ada novum (bukti baru). Kuncinya ada pada Setya Novanto dan M.

Nazaruddin yang tahu persis kemana saja larinya Rp 2,3 T kerugian negara dari total Rp 5,9 T proyek e-KTP itu.

Nazaruddin sekarang sudah bebas murni. Dia sebetulnya kena akumulasi hukuman 13 tahun dari 2 kasus, dan ternyata bebas 5 tahun lebih cepat. Setya Novanto kena 15 tahun, saya rasa dia juga akan bebas lebih cepat.

Nazaruddin sekarang ada di kubu Moeldoko, sedangkan Novanto saya yakin akan tetap setia di kubu Golkar, in one way or another (karena hak politiknya ikut dicabut selama 5 tahun).

Semoga pendukung Ganjar paham bagaimana “politik koalisi” pada Pilpres 2024 nanti akan dimainkan.

Menlu Ali Alatas dulu punya strategi, “Jatuhkan kartu Anda satu per satu, jangan kesusu.”

Jangan dikira trio di Teuku Umar tidak menghitung kemungkinan ini.

(Sumber: Facebook Josef H Wenas)


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed