Beda Anies dan Ganjar Saat Hadapi Banjir

Benarkah itu kesalahan Ganjar?
Saat ini, Semarang sedang gencar membangun proyek proyek. Diantaranya, jalan Tol Semarang – Demak dan jembatan Kaligawe.
Sementara, sungai Seringin juga dalam tahap pengerjaan.
Sedang menurut penjelasan secara geologi, ada daerah tertentu yang kondisi tanahnya belum mengeras. -Jadi tidak bisa menampung air.
Adanya pekerjaan pekerjaan yang belum selesai dibarengi curah hujan intensitas tinggi- seperti diumumkan BKMG – menyebabkan air tidak bisa tertampung. Akibatnya, banjir.
Andai Ganjar mau…
Tentu ia bisa menolak disalahkan dengan menyajikan fakta tersebut.
Ganjar juga bisa menyalahkan walikota karena daerahnya otonom . Atau menyalahkan cuaca memakai ucapan Menteri PUPR..
-akun @luthfiilhamr mengulas komentar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono yang selalu mengomentari banjir. “Banjir Kalimantan salah curah hujan, banjir Semarang salah cuaca buruk, banjir Jakarta salah Pemprov,” ujarnya.
Tapi Ganjar tidak mau.
Merasa dirinya adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar pilih menjadi yang salah dan mengambil alih tanggung jawab seperti katanya,
“Mereka sudah bekerja dengan baik. Saya yang salah. Salahkan saya. Saya yang bertanggung jawab. Kalau mau mencaci, caci saya. Maki, maki saya..”
Sikap Ganjar yang berbanding terbalik dengan Anies Baswedan yang selalu menyalahkan apa saja membuat Netizen memuji Ganjar yang bekerja dengan meledek Anies lewat akun Ganjar..
Postingan di antaranya.
“Bapak jangan ngaku salah.. Itu bikin malu Anies yang tidak ngapa – ngapain”
Rasanya akun ini tidak bermaksud protes pada Ganjar, selain membandingkan.
Jika Netizen membandingkan itu hal yang tidak bisa ditolak, pak.. Karena tanpa membandingkan, sesuatu tidak akan bisa diketahui ukurannya.
Memang bisa saja yang tidak suka pada Ganjar mencari cari dengan mengatakan tujuan ucapan Ganjar adalah untuk mempermalukan Anies.
Benarkah itu tujuan Ganjar?
Untuk mengetahuinya, harus mencermati ucapan Ganjar..
Ia minta untuk tidak menyalahkan yang lain karena mereka telah bekerja dengan baik, tapi salahkan dirinya saja.
Secara logika, mereka yang bekerja dengan baik pasti tidak terima jika disalahkan. (Siapa yang mau?)
Ganjar juga bisa menolak disalahkan dengan mendebat mereka dengan menyajikan fakta fakta yang ada..
Tapi masalahnya, harus ada orang yang salah atau bisa disalahkan supaya orang itu bisa dituntut untuk bertanggung jawab terhadap banjir .
Lantas siapa?
Ganjar ‘acung tangan.’ Merasa dirinya adalah gubernur ia ambil alih masalah.
“Saya yang salah. Saya yang bertanggungjawab. Kalau mau mencaci, caci saya. Kalau mau maki, maki saya..”
Jadi Ini bukan soal Ganjar mau mempermalukan Anies.
Tapi soal mengambil alih tanggung tanggung jawab ketika tidak ada yang bisa dituntut padahal tanggung jawab itu dibutuhkan.
Kenapa Ganjar mau dan mampu berpikir sampai ke situ ya?
Ya ..karena Ganjar Pranowo seorang pemimpin yang sesungguhnya..
-banjir pun surut
salam gowes..
Sumber : Status facebook Ricke Senduk/btr

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *