by

Banyak Orang Ingin Bahagia tapi Caranya Ribet dan Mahal

Sebab saya sering kali menyaksikan, betapa ucapan kita tentang makna bahagia, itu tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan. Awal kita bisa meraih bahagia itu, paling tidak ciri-cirinya adalah kita berusaha untuk terus memperbanyak stok sabar. Sabar itu kemampuan kita untuk menahan dan mengendalikan diri. Kita merasa sepi, pengin teriak dan marah, tahanlah, bersabarlah. Pengin rekreasi, makan di restoran, nonkrong di kafe, selfie keceriaan lainnya, kaya orang-orang kebanyakan, tahan, sabar, kita tidak perlu begitu untuk meraih bahagia.
Saya bahkan menyaksikan betul, beberapa orang yang mengidentikkan bahagia, sambil menyembunyikan derita, sakit hati dan egonya dengan terus berkeliling memanjakan diri dari kafe ke kafe, dari hotel ke hotel. Sambil terus memotretnya di media sosial. Tadinya saya berkeyakinan, ia bisa menjadi penikmat kuliner, traveler sekaligus penulis. Jadi ada nilai lebih. Tetapi ternyata tidak. Jalan-jalan terus ke mana-mana, minum dan makan enak terus menuruti keinginan, tetapi tidak mengubah keadaan. Tidak menulis, tidak mengubah keadaan, uang yang mestinya ditabung malah habis tidak keruan. Betapa banyak orang yang ingin bahagia tapi caranya ribet dan mahal.
Wallaahu a’lam
Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed