by

Bagaimana Melawan Bangsa Pemenang

Coba deh dipikir : Memangnya orang yang lebih hebat dari kita itu peduli pada ke’bu Tejo’an kita..? Tidak. Mereka maju terus. (Sementara kita ngomel terus)
Secara logika bisa ditebak, siapa yang akan semakin ketinggalan..?

******

—- tenang Mbak Na, kita bisa melawan dengan banyak-banyakan jumlah anak. Jadi kalau tawuran dan perang, kita bisa menang.

Lah… kamu pikir sekarang ini jamannya perang pakai tombak, panah dan gada? Sekarang sudah jamannya perang pakai teknologiiii…. Sudah lama sekali negara-negara maju pakai thermal detektor, dan membidik musuh dari jarak ribuan kilometer pakai satelit. Ribuan orang bisa dilawan hanya oleh 1-2 orang operator teknologi.

Yang penting BUKAN JUMLAH. Tapi kualitas. Sukur-sukur kalau jumlah yang banyak itu, kualitasnya juga bagus….

—— Duh.. kok gitu…? Tapi mbak Na ini bahas begini mau ngapain sih? Suka ya, sama bangsa China?

Tu kan, kamu gagal melihat esensi pesanku karena ada foto orang Chinanya. Hahahaha…
Bukan ituuuu… Kalau kamu terganggu dengan foto orang China sampai gagal mikir jernih, udah deh ganti aja fotonya dengan bangsa Eskimo. Anggap aja semua itu adalah orang Eskimo.

Nah, sekarang setelah anggap mereka semua itu ESKIMO, kamu jadi nangkep nggak pesanku yang berupa ajakan untuk :
– nggak usah marah dan keki kalau lihat orang maju.
– melawan orang pintar itu bukan dengan ngiri atau sebal, melainkan saingi kepintarannya
– nggak usah banyak menuntut ke pemerintah. Rakyat yang berdaya, malah bisa membantu pemerintah dan mengharumkan nama bangsa dengan prestasi kita.
– menjadi pemenang di jaman non perang seperti saat ini, urusannya adalah adu mentalitas, adu disiplin, adu kerja keras, adu ilmu, adu kemajuan teknologi…

Sumber : Status Facebook Nana Padmosaputro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed