by

Arti Penting Kunjungan Presiden Jokowi ke AS

Di tengah kecaman dengan argumen kunjungan ke AS tidak pantas sebab Tanah Air masih diliputi bencana asap hingga wakil rakyat yang bilang kunjungan itu “tidak berguna”, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  tetap melaksanakan rencana kunjungan ke Negeri Paman Sam. Selain menyempatkan bertemu dengan ribuan diaspora Indonesia yang menyambutnya hangat, Kepala Negara secara khusus ditemui Presiden Barack Obama di Ruang Oval Gedung Putih.

Kunjungan Presiden ke Amerika Serikat (AS)  memiliki arti penting, bahkan sangat penting. Sebelumnya Presiden telah berkunjung ke sejumlah Negara termasuk Jepang dan Tiongkok yang kini menjadi simbol blok Timur.  Hingga sejumlah pihak menuding Indonesia kini lebih condong ke Tiongkok. Kelompok yang suka “otak atik gatuk” bahkan menuduh Jokowi telah mengundang ideologi komunis masuk Indonesia.

Namun tudingan dan tuduhan itu terbantahkan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke AS. AS adalah negara maju yang besar, negara super power yang bahkan saat ini sedang berperan sebagai polisi dunia. Negara lain harus ekstra hati-hati dalam bergaul, menjalin hubungan diplomatik dan memperlakukan  AS. Dan Presiden Jokowi bermain sangat cantik dalam pergaulan internasional, dengan bertemu para pemimpin negara bahkan mengunjungi negara-negara dari kedua blok, merajut hubungan yang setara, duduk sama tinggi dan berdiri sama rendah. Kunjungan ini sekaligus meningkatkan posisi tawar RI terhadap kedua negara yang mewakili dua blok besar yakni AS sendiri dan Tiongkok.

Untuk diketahui, Presiden Obama menaruh perhatian dan sangat menghormati Presiden Jokowi. Kedua Presiden ini sama-sama lahir dari rakyat. Presiden Obamalah yang mengundang Presiden Jokowi ke negaranya. Hal itu diungkapkan saat KTT APEC, ketika keduanya bertemu, tak lama setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden RI. Baru setahun setelahnya Presiden Jokowi memenuhi undangan tersebut. Jadi kunjungan ini dan juga agendanya telah direncanakan jauh-jauh hari.

Adapun agenda pembahasan dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Obama, yang pertama mengenai Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia,  pada saat yang sama Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar di dunia yang toleran, pluralis, dan sebagainya yang tidak dimiliki negara lain.

Yang kedua soal ekonomi yang menekankan ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka yang siap meningkatkan bekerja sama ekonomi dengan AS dan dunia. Yang ketiga adalah posisi Indonesia yang menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai US$ 12 miliar pada 2014. Keempat adalah isu climate change atau perubahan iklim mengingat kedua negara merupakan pemimpin negara besar.

Hanya sayangnya  Presiden mempercepat kunjungan. Dari rencana pulang Jumat (30/10/2015) menjadi Selasa, tiga hari sebelumnya.  Agendan kunjungan ke Silicon Valley, San Francisco untuk bertemu dengan berbagai komunitas dan pemimpin bisnis ekonomi digital kelas dunia batal. Padahal kunjungan ini sangat menarik untuk disimak, karena ekonomi digital tengah menjadi tren dunia tak terkecuali di Indonesia.

Jadi jelas, bahwa kunjungan ke AS sangat penting.  Bahkan wakil rakyat yang nyinyir menyebut kunjungan ke AS tidak berguna pun baru saja pulang dari AS. (Niken Satyawati) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed