Apakah Bisa Jokowi Dijatuhkan Sebelum 2024?

Bukan itu saja…, semua negara di dunia…, kalau ada orang atau kelompok yang mengkudeta kekuasaan yang sah/legitimate…; pasti akan kena hukum secara international…, pemerintahannya bisa kena embargo.

Hanya masalah waktu…, kekuasaan itu akan jatuh dengan sendirinya.

Dan kalau kudeta itu sampai menimbulkan korban kemanusiaan…, maka PBB bisa menggunakan aksi militer untuk menangkap pelaku kudeta itu dan menghukumnya.

Makanya jangan kaget bila koalisi negara di bawah PBB…, memburu gerombolan ISIS…, karena ISIS ingin merebut kekuasaan dari pemimpin sah Irak dan Suriah.

Jadi…; kalau ada orang atau kelompok ingin merebut kekuasaan karena alasan ekonomi dan keadilan…, itu hanya retorika saja.

Sepanjang hanya sekedar bicara ketidak sukaan kepada pemerintah…, itu sah saja dalam sistem demokrasi.

Tetapi kalau bicara hoax dan mengumbar atau memprovokasi kebencian…, itu bisa kena pasal Pidana.

Sepanjang demo dalam aksi damai…, itu juga sah-sah saja…, dan itu juga harus dapat ijin dari Negara.

Kalau tidak…, itu gerakan liar…, dan akan berhadapan dengan Polisi dan TNI.

Kalaupun dapat ijin…, harus mengikuti aturan hukum.

Bagaimana kalau melanggar…?

Yang melanggar pasti akan masuk penjara…, sedangkan yang anarkis keroyokan akan kena tembak.

Ada prosedurnya…, kalau ingin merebut kekuasaan dan ingin mengubah UUD 45 jadi syariah islam…. :

– Untuk mewujudkan keinginan itu…, harus membuat partai dulu…, dan kemudian ikut pemilu.

– Pastikan dalam Pilpres…, dapat suara di atas lawan.

Dengan itu maka bisa jadi presiden…, untuk berkuasa secara konstitusi.

Dan pastikan partai itu menguasai 75% suara di DPR…, maka UUD bisa diubah.

Tetapi jangankan 75%…, untuk mendapatkan suara diatas 10% saja sudah setengah mati…, bahkan sampai jualan ayat dan fatwa segala.

Walaupun begitu…, tetap saja suara mentok di bawah 10% di DPR.

Kalau begitu…, kenapa tidak focus cari duit yang benar…, kerja yang benar.

Manjakan istri…, sayangi anak dan orang tua.

Kalau berlebih…, bantu sahabat dan tetangga.

Kalau masih ada lebih lagi…, bantu anak yatim dan anak terlantar.

Walau hanya gerakan kecil dan tidak mungkin jadi presiden dan berkuasa…, tetapi di hadapan Tuhan kita telah melaksanakan fungsi khalifah dalam diri kita.

Yaitu…:

Menjadi sebaik baiknya diri kita…, dan berguna bagi orang lain.

Bukankah…:

Sebaik-baiknya manusia itu di hadapan Tuhan…, adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Artinya…:

Kalau ingin menyelesaikan dunia…, selesaikan diri sendiri dulu.

Damai itu berkah…, dan harus disyukuri.

Jangan karena syahwat kekuasaan…, membuat gaduh…, mempemalukan diri sendiri…, serta merusak ketentraman orang lain.

Sumber : Status Facebook Denok Elly Astuti Deandra

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *