by

Antara Perdukunan dan KeIndonesiaan

Oleh : Haryo Setyo Wibowo

Kalo ada orang mengaku bisa melihat hantu, sudah bisa dipastikan kesaksian orang tersebut tidak bisa dipercaya. Siapa yang memastikan? Lha yo kita, masa harus menunggu keputusan presiden ke-8!

Agama sudah memberikan pedoman soal hal-hal ghaib. Apa lagi dunia medis, lebih saklek lagi. Penampakan hantu hanya dapat dilihat oleh orang yang mengalami halusinasi.

Kapan orang mengalami halusinasi? Selama orang mengalami gangguan persepsi diri. Satu tempat dengan kondisi tertentu, situasi tertentu, dibayangkannya ada “penunggunya”.

Dari semula setipis satu telur dadar yang dilebarkan sampe menutupi penggorengan, sampe menebal seperti martabak isi telor 17. Persepsi diri yang keliru itu lah yang mengganggu kinerja otak.

Persepsi yang keliru itu juga terbentuk ketika orang terbangun dalam kondisi tindihan atau medis menyebutnya sleep paralysis. Di situasi tersebut, orang bisa melihat pocong dkk, dan atau hal buruk lain. Sudah teriak agar bisa bangun, produksi suaranya cuma ak uk ak uk. Tak bisa bergerak seinchi pun.

Dulu, saya gemar cerita kalo bisa melihat hantu. Padahal ya ndobos saja. Sekadar untuk seru-seruan aja. Semua pengalaman saya terjadi ketika tindihan.

Lain tidak. Edan po. Saya tidak sehalu itu 😅

Ada yang bisa mengatasi tindihan, hal sangat mengganggu tersebut? Banyak orang berusaha mengatasinya dengan berdoa. Tetapi kerap gagal juga.

Bukan salah doanya. Tapi seberapa besar sugesti yang dapat kita bangun dari doa tersebut? Itu masalahnya.

Saya terkadang masih “melihat hantu” ketika terbangun dalam kondisi yang kalo dulu bakal terjadi tindihan. Mengapa sekarang tidak terjadi lagi, karena distorsi persepsinya bisa saya kelola dengan baik.

Saya menyimpan samurai game ninja fruit di dalam mimpi saya. Begitu ada pocong nongol dalam penglihatan palsu saya, mereka akan saya potong. Ada kalanya, saya juga memasang dinamit di tubuh pocong.

Dari semula mengerikan, akhirnya menggelikan. Mungkin ada cara lain untuk meretasnya. Tapi itu sudah cara paling baik.

Tentu baik menurut versi saya. Kalau versi Pak Luhut beda lagi. Tapi ya masak ketemu dia trus anda bertanya, “untuk bisa mendapatkan momentum endonesa emas, bagaimana kiat-kiat kita mengatasi tindihan, Pak?”

Sumber : Status Facebook Haryo Setyo Wibowo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed